Banner Pemprov 2020
Muba 21 Juli

Pertahanan Negara Terancam: Tito Karnavian Mundur, Prabowo Harus Jadi Garda Terdepan!

JAKARTA, koranindonesia.id — Politikus Demokrat, Andi Arief, kembali mengkritik terkait kinerja pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19). Menurut dia, pertahanan negara saat ini sedang terancam gara-gara virus dari Wuhan, China itu.

Andi pun menyebut nama Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang seharusnya berada di barisan terdepan dalam penanganan corona, bukan menteri lain yang mestinya berperan mengurusi administrasi pemerintahan seperti Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Ini soal pertahanan negara yang terancam, Menhan Prabowo yang harus berada di depan, bukan menteri lain. Mendagri urusan administrasi pemerintahan, mendagri urusan komunikasi internasional. Dasarnya UU Darurat, bukan kekarantinaan. JANGAN TAKUT Kudeta,” kata Andi dalam cuitannya di akun Twitternya, @AndiArief_ yang dikutip koranindonesia.id Minggu, 29 Maret 2020.

Dia mengingatkan, keselamatan rakyat dalam bencana wabah Covid-19 menjadi prioritas dari segalanya. Namun, kalimat keselamatan rakyat jangan hanya jadi slogan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Ia mengkritisi pemerintah harus segera menjalankan operasional penanganan demi menekan angka penularan Covid-19.

“Keselamatan Rakyat adalah hukum tertinggi. Kalimat ini lagi ngetren sebagai Propaganda penanganan virus korona. Bentuk operasionalnya apa? Semua aturan gugur dengan sendirinya demi keselamatan rakyat? Ok lah, tetapi jangan sampai ada kesan SAYA adalah Negara dan di atas hukum,” demikian tambah cuitan Andi.

Wartaekonomi melansir, jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Tanah Air terus bertambah signifikan. Pada Jumat, 27 Maret 2020, angkanya sudah menembus 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang dengan yang sembuh ada 46 orang.

“Ada penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru yang kita dapatkan,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020. (Ofi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.