Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Peringati Hari Guru Sedunia, Mendikbud: Peran Guru Sangat Mulia

Jakarta,koranindonesia.id-Setiap 5 Oktober diperingati Hari Guru Sedunia. Hari yang dicanangkan untuk mengakui status dan peran penting guru. Peringatan tahun ini, mengangkat tema Guru: Memimpin Dalam Krisis, Menata Kembali Masa Depan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan,  Hari Guru sedunia tahun ini, dimaknai secara khusus, dimana peran guru adalah sangat mulia. “Para guru tidak hanya memastikan kelangsungan pembelajaran, tapi juga berperan lebih dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan murid mereka,” kata Mendikbud dalam peringatan Hari Guru Sedunia 2020 di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Disebutkan, UNESCO melaporkan hampir 1,6 miliar peserta didik terdampak dari penutupan sekolah. Pandemi covid 19 juga berdampak bagi lebih dari 63 juta guru di seluruh dunia. “Terlepas dari fakta yang tidak kita inginkan ini. Kita masih melihat kiprah luar biasa dari para guru. Para guru dengan hati nurani, dengan segala keterbatasan memilih untuk melanjutkan mengajar. Bagaimanapun caranya daripada murid-muridnya sama sekali tidak mendapatkan pembelajaran,” paparnya.

Para guru tidak hanya gigih bekerja sendiri, tapi juga bergerak secara kolektif demi menemukan solusi atas tantangan. Demi menghasilkan inovasi belajar mengajar yang memudahkan. Tidak hanya bagi murid tapi juga orang tua murid. “Kepemimpinan para guru pada masa sulit ini, kesanggupan para guru tetap menyiapkan masa depan bagi murid-muridnyam bahkan murid-murid yang termasuk pada kelompok yang rentan. Patut kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya,”ujarnya.

Nadiem mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, bagi ibu dan bapak guru yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi para murid. “Ibu dan bapak guru, sekarang kita perlu berpikir jauh melompat dari masa pandemi. Pandemi telah memberikan hikmah yang begitu berharga, sehingga ketika nanti ada tantangan besar lagi kita sudah jauh lebih siap menghadapi krisis.

“Dari pandemi ini, kita telah belajar, bahwa nilai utama dari proses pembelajaran adalah interaksi social, dan ini tidak dapat diganti oleh teknologi apapun. Akan tetapi kita perlu disadari bahwa teknologi telah mengubah cara hidup kita semua. Mari kita manfaatkan teknologi, maksimalkan kemampuan mengajar kita,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, guna merespon tantangan tersebut. di masa pandemi, Kemendikbud ikut menghadirkan berbagai kebijakan dan program diantaranya program Guru belajar untuk semua jenjang pendidikan.  Program ini, dirancang untuk membantu sebanyak mungkin guru dan tenaga kependidikan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh yang sesuai dengan kondisi pandemi.

Selain itu, Kemendikbud telah melatih 60.000 guru dalam pelatihan pembelajaran berbasis TIK agar para guru semakin mahir dalam memanfaatkan teknologi dalam mengajar. “Bapak dan Ibu yang saya muliakan belajar dan berbagi merupakan kunci agar dapat menghadapi tantangan bersama, tanpa adanya belajar dan berbagi akan mustahil untuk dapat mengatasi semua masalah yang kita hadapi. Terutama di masa ini,” pesannya.

“Saya mengajak seluruh Insan pendidikan untuk menjadikan situasi pandemi ini, sebagai laboratorium bersama untuk menemukan solusi, serta inovasi-inovasi karena sekarang sudah saatnya kita menata ulang pendidikan. Sekarang saatnya kita melihat lebih jauh apa yang sebenarnya paling dibutuhkan para guru dan murid. Apa yang dibutuhkan bangsa ini agar mampu melakukan lompatan-lompatan ke depan,” ungkapnya.(ant)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.