Banner pemprov juni

Perempuan Didorong Lebih Banyak Dilibatkan dalam Program Penanggulangan Bencana

JAKARTA, koranindonesia.id – Saat menjadi pembicara di The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan perlunya kerja sama semua pemangku kebijakan, termasuk parlemen, dalam pengurangan risiko bencana. Ia juga mendorong agar perempuan lebih banyak dilibatkan dalam isu ini.

Puan mengatakan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling banyak menjadi korban di setiap bencana.

“Karenanya bagaimana mitigasi dan penanggulangannya saya harapkan perempuan juga diberikan peran dan peluang untuk ikut berpartisipasi dalam mitigasi dalam penanggulangan bencana,” kata Puan, Jumat (27/5/2022).

Puan mengatakan itu usai menjadi pembicara di forum GPDRR yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Peran perempuan dalam penanggulangan bencana, termasuk sebagai pengambil kebijakan, disebut penting. Sebab sebagai kelompok yang banyak menjadi korban, kata Puan, perempuan lebih mengerti apa yang dibutuhkan sesamanya.

“Sehingga dalam pelaksanakan penanggulangan bencana, perempuan bisa ikut mengerti, memahami, berperan serta dalam menanggulangi korban perempuan dan anak,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Ketika berbicara di hadapan delegasi-delegasi yang berasal dari perwakilan pemerintahan dan NGO pada forum GPDRR, Puan menegaskan, DPR RI siap bergerak bersama dengan parlemen negara-negara lain untuk memperkuat peran dalam pengurangan risiko bencana.

Di dalam negeri sendiri, DPR telah memainkan peran cukup besar dalam hal penanggulanan bencana termasuk lewat fungsi pengawasan dan anggaran.

“Program-program penanganan bencana, mitigasi, dan antisipasi semuanya dibicarakan di komisi terkait di DPR. Tentu saja komitmen kami bersama Pemerintah agar program penanggulangan bencana dapat dilakukan seefektif dan seefisien mungkin,” jelas Puan.

“Tetap menjaga efektivitas dan bagaimana menjaga tempat-tempat yang rentan bencana bisa dimitigasi. Dan kalau terjadi bencana, penanggulangan bencana itu bisa dilakukan dengan cepat dan efektif,” tambahnya.

Di sela-sela acara GPDRR ke-7, Puan pun sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdullah Shahid. Dalam pertemuan itu, Majelis Umum PBB mengapresiasi Indonesia yang dinilai telah berhasil menanggulangi Pandemi Covid-19.

“Termasuk berhasil melakukan vaksinasi di 78% penduduk Indonesia, bahkan beliau juga mengapresiasi bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19, malah justru menurun, dan Insya Allah terus melandai,” ungkap Puan.

Kepada Puan, Presiden Majelis Umum PBB juga mengucapkan selamat karena Indonesia telah berhasil menyelenggarakan acara internasional sebesar ini. Abdullah Shahid pun disebut memberikan dukungan untuk Indonesia sebagai presidensi G20 dan P20.

“Beliau mendukung pelaksanaan G20 dan P20 dan semoga Indonesia tetap bisa menjaga agar kondisi Covid-19 membaik ke depannya,” kata Puan.

Mantan Menko PMK ini pun menilai GPDRR ke-7 merupakan uji coba perhelatan besar G20 dan P20 bulan Oktober mendatang. Puan pun yakin Indonesia dapat menggelar pelaksanaan forum pertemuan negara-negara besar itu dengan baik, apalagi DPR juga telah berhasil menggelar Inter Parliamentary Union (IPU) ke-144 yang merupakan forum parlemen negara-negara dunia pada Maret lalu.

“Saya harap Indonesia siap untuk hidup bersama Covid. Ini tentu saja merupakan suatu jaminan, Insya Allah bahwa Indonesia siap melaksanakan presidensi G20 dan P20 yang akan datang,” tutupnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.