Banner sumsel

Perda Zakat Mulai Diterapkan di Muba, Kantongi Rp1 M per Bulan dari ASN

SEKAYU, koranindonesia.id – Berbagai upaya dilakukan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama pihak legislatif untuk, menanggulangi dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten berjuluk, Bumi Serasan Sekate itu. Termasuk salah satu upaya yang konkrit dilakukan yakni dikeluarkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2019 tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah serta, Peraturan Bupati Muba Nomor 37/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1/ 2019 tentang Pengelolaan Zakat, Infak.

Terkait hal tersebut, mulai Mei 2019 nanti seluruh umat Islam khususnya pejabat di Lingkungan Pemkab Muba, ASN, Karyawan Swasta, dan BUMD, gaji atau pendapatannya akan dipotong untuk pembayaran zakat. “Khusus ASN dipotong 2,5% dari gaji pokok dan tunjangan setelah di total dari sisa hutangnya, jika sampai nisab 9.5 gram mas per tahun maka wajib dipotong gajinya,” ungkap Kabag Kesra Pemkab Muba, H Opi Palopi.

Dikatakan, Perda zakat akan mulai diberlakukan pada Mei nanti tepatnya pada bulan suci Ramadan 1440 Hijriah (H) tahun ini, sehingga ketika akhir Ramadan nantinya, bisa mulai dihitung pendapatan yang terkumpul dari zakat. “Nah, pembagiannya akan didistribusikan kepada wajib penerima zakat yakni fakir miskin, untuk pendapatan bedah rumah tidak layak huni, pendidikan, kesehatan, musibah dan lembaga pendidikan agama serta rumah ibadah,” jelas Opi.

Ditambahkan Opi lagi, berdasarkan estimasi hasil pendapatan zakat yang dipotong dari gaji ASN saja termasuk tunjangan TPP diprediksi mencapai Rp1 miliar per bulan. “Ya, kalau estimasi saja bisa capai Rp1 miliar uang zakat yang dikumpulkan dari ASN di lingkungan Pemkab Muba saja, ini belum termasuk dari karyawan swasta dan BUMD di Muba. Hasilnya sangat besar,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengajak seluruh pihak, khususnya ASN di Lingkungan Pemkab Muba berpartisipasi untuk menyalurkan zakat. “Jadi dengan adanya Perda ini lebih terkoordinir penyalurannya dan diharapkan salah satu upaya kita bersama dapat secara signifikan menanggulangi warga kita yang membutuhkan atau membantu (warga kurang mampu) di Muba,” ulasnya.

Selain itu dikatakan Dodi, bahwa kesadaran masyarakat Kabupaten Muba untuk membayar zakat berarti adanya peningkatan terhadap semangat mentalitas keagamaan dalam diri kita semua warga Musi Banyuasin Yang Taat beragama Dan Menauladani junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan kita berharap  dengan jalan ini. “Mudah-mudahan berbagai problematika kemiskinan, dapat segera dituntaskan secara gotong royong bersama di Kabupaten Muba ini, selain dari program pemerintah baik Pemerintah Pusat Dan Pemda Muba lainnya,” pungkasnya.

Ketua Baznas Muba Drs H Lukmanul Hakim menambahkan, bahwa dari data yang masuk di Baznas Muba untuk sekarang penerimaan zakat per bulan mencapai Rp60 – 70 juta dan mayoritas 98% ASN Pemkab Muba selain dari Pegawai Perbankan di Muba. “Insha Allah setelah ada Perda dan perbup ttg pengelolaan zakat, infak dan sedekah di Muba,yang akan diberlakukan pada tahun ini bagi seluruh ASN Muba akan ada kenaikan yg sangat signifikan bisa 10 kali lipat bahkan lebih,” tandasnya.

Untuk 2018 ini sudah terkumpul dana sebesar Rp778.865.944,- dan direalisikan pada penyaluran untuk kemanusiaan bedah rumah tidak layak huni 7 unit rata-rata Rp26 juta per unit, bidang kesehatan Khitanan Massal di Desa Ulak Embacang  total biaya Rp15 juta serta sejumlah kegiatan lainnya.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.