Banner sumsel

Peras Pemudik, RO Harus Rayakan Lebaran di Balik Jeruji Besi

BATURAJA, koranindonesia.id –  Pemuda berumur (20) inisial RO terpaksa harus mendekam di jeruji besi saat lebaran nanti.  Pasalnya warga asal Desa Gunung Liwat, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten  Ogan Komering Ulu (OKU) ini ditangkap anggota Polsek Pengandonan setelah melakukan pemerasan terhadap pemudik.

Dalam konferensi persnya, Kapolres OKU AKBP NK Widayanna Sulandari didampingi Waka Polres OKU Kompol Nurhadiansyah, Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andrian dan Kapolsek Pengandonan AKP Edy S mengatakan, pelaku ditangkap usai dilaporkan oleh korban Taufik Hidayat warga Cirebon yang hendak mudik ke Padang.

“Pelaku ini beraksi bersama empat orang temannya yang saat ini masih DPO” kata Kapolres, Selasa (12/6/2018)

Disebutkan Kapolres, Kronologi kejadian, korban Taufik dari Cirebon hendak mudik ke Padang, saat melintas di Desa Gunung Meraksa, mobil yang dikendarai korbaan mengalami kendala dan mogok. Kemudian datang pelaku dan kempat temannya menawarkan jasa penjagaan dan perbaikan mobil korban yang rusak.

Pelaku lanjut kapolres meminta uang jasa penjagaan kepada korban, dan disepakati sebesar Rp1 juta, tak hanya sampai disitu pelaku dan temannya juga meminjam ponsel korban dengan alasan untuk meminta bantuan kepada temannya untuk memperbaiki mobil, namun bukannya bantuan yang didapat kelima pelaku malahan kabur.

“Modusnya pelaku dan temanya ini menawarkan jasa penjagaan mobil korban yang rusak,” papar Kapolres.

Mendapat laporan dari korban, Polsek Pengandonan langusng bergerak, “Pelaku berhasil diamankan di dekat rumahnya saat sedang mengendarai sepeda motor,” imbuh Kapolres lagi.

Adapun barang bukti yang diamankan, lanjut Kapolres yakni berupa uang sebesar  Rp230 ribu rupiah, 1 unit ponsel milik korban serta satu unit motor yang digunakan pelaku. “Pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan,” tandas Kapolres.

Sementara itu, tersangka RO yang diinterogasi Kapolres OKU mengakui, bahwa ia baru sekali melakukan aksi pemerasan tersebut, itu pun menurutnya diajak oleh temannya.

“Baru sekali inilah bu, kalo tebukti pernah melakukan selain yang ini aku siap ditahan seumur hidup,” kilah RO.

Disebutkan tersangka, dari hasil memeras korban ia dan kempat temannya mendapat uang sebesar Rp 1 juita berikut satu unit ponsel. Diungkapkannya uang tersebut dibagi untuk tiga orang, Sementara dua orang temannya lagi akan mendapat bagian setelah berhasil menjual ponsel milik korban. “Aku cuma dapat bagian Rp300 ribu, Rp70 ribu sudah aku belanjakan,” tukasnya.(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.