Banner sumsel

Perampokan-Pembunuhan Driver Taksol Sofyan, Kapolda : Pengakuan Tersangka Berbeda

PALEMBANG, koranindonesia.id – Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara masih terus bekerja keras meneliti sisa tulang belulang diduga jasad driver taksi online (taksol), Sofyan (43), yang tewas dirampok dan dibunuh kawanan pelaku, dan ditemukan di kawasan perkebunan di Muratara, Selasa (13/11), kemarin.

“Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui pada kerangka tersebut ditemukan beberapa luka bekas benda tumpul. Terdapat retak dibagian tempurung kepala dan rahang sebelah kiri korban remuk,” kata Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel), Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara kepada awak media, hari ini, Rabu (14/11/2018).

Dikatakan Zulkarnain, terdapat perbedaan dari pengakuan tersangka Ridwan (43) yang telah berhasil diamankan anggotanya.

“Pengakuan tersangka korban dijerat menggunakan tali serta tangan dan kaki dipegang tiga pelaku lainnya. Kini, kita masih menunggu hasil otopsi korban, nantinya baru kita cocokan lagi bagaimana cara pelaku menghabisi korban,” sebutnya.

Ditambahkan orang nomor satu di Polda Sumsel itu, walau baru 15 hari tewas, namun jasad korban hanya tersisa tulang belulang, tanpa melalui proses pembusukan.

“Bisa saja terjadi, karena para tersangka membuang tubuh korban di alam terbuka. Sehingga bisa saja dimakan binatang buas, itu dugaannya dokter forensik. Meskipun begitu, kita akan tetap melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk dicocokan dengan keluarga korban,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, driver taksi online (taksol) bernama Sofyan, dinyatakan menghilang bersama mobilnya jenis Daihatsu Sigra Nopol BG 1274 UN, setelah mengantar penumpang dari kawasan Km 5 Palembang, menuju Simpang Bandara SMB II, pada Senin 29 Oktober 2018 lalu.

(fhy)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.