Banner sumsel

Perampok dengan Modus Mengaku Polisi yang Razia Masih Hantui Warga Palembang

PALEMBANG, koranindonesia.id – Aksi perampokan kendaraan bermotor dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian yang tengah menggelar razia, masih saja menghantui warga Kota Palembang.

Terbukti, ketika Satuan Reskrim Polresta Palembang berhasil meringkus tersangka Rian Hidayat (27) warga Jalan Talang Putri, Kelurahan Plaju, Kecamatan Plaju, Palembang, yang terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas petugas pada kaki kirinya, akibat mencoba melarikan diri saat anggota Unit Ranmor pimpinan Ipda Novel, melakukan penangkapan terhadap tersangka, Jumat (10/5/2019).

Usai mendapat pengobatan, tersangka digelandang ke Mapolresta Palembang, terkait perkara pencurian dan kekerasan (Curas) yang dilakukannya bersama kedua temannya, RC (DPO) dan BR (DPO), di Jalan Palembang Darussalam, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang, hingga korban kehilangan ponsel merk Xiaomi dan Oppo, beberapa waktu lalu.

“Tersangka ini merupakan Target Operasi (TO) kita. Mereka beraksi bertiga dan jika korbannya melawan, tidak segan-segan melukai. Bahkan, terungkap mereka mengatasnamakan polisi dalam beraksi, sehingga korbannya takut karena menyimpan film dewasa atau berbuat tidak baik dilokasi. Kini kami masih mengejar dua rekannya yang lain,” papar Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Wasakat Reskrim AKP Ginanjar Aliaya Sukmana, ketika dibincangi di ruang kerjanya.

Saat ditemui, tersangka mengaku sudah enam kali melancarkan aksinya dilokasi, tepatnya di pangkalan speadboat. “Saya dan BR bertugas mengeksekusi korbannya, sedangkan RC berperan mencari target atau korban. Kalau korbannya masih anak dibawah umur, kami mengatasnamakan polisi. Dimana pura-pura melakukan razia dan memeriksa ponselnya. Jika terdapat film dewasa, kami bawa ponselnya. Setelah itu kami jual di kawasan 2 Ulu. Ya, satu unit ponsel itu biasa dibeli seharga Rp800.000 – Rp900.000, tergantung jenis ponselnya,” jelas tersangka.

Diakuinya, dalam sehari dirinya dibantu kawanannya ini sedikitnya satu kali melakukan aksinya di kawasan pelataran Benteng Kuto Besak. “Setiap malam paling satu kali beraksi pak. Setelah ponsel terjual, uangnya kami bagi tiga. Dan uangnya telah habis untuk makan,” jelasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, pihak Polresta Palembang juga pernah meringkus tersangka yang melakukan aksi perampasan sepeda motor milik korbannya, dengan mengaku-ngaku sebagai aparat kepolisian yang tengah bertugas melakukan razia kendaraan bermotor pada malam hari di wilayah Kota Palembang.
(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.