Banner sumsel

Penyelundupan 50.000 Liter Solar Ilegal Digagalkan

PALEMBANG, koranindonesia.id – Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Sumatra Selatan (Sumsel) berhasil membongkar penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal. Dalam ungkap kasus tersebut polisi berhasil menyita barang bukti berupa 50.000 liter solar.

Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thobroni mengatakan, penangkapan ini dilakukan pada Rabu 21 November lalu, berawal dari informasi masyarakat jika ada lima unit mobil truk bermuatan BBM ilegal tersebut, akan menyebrang ke Bangka menggunakan kapal motor penumpang atau kapal fery.

Kemudian, pihaknya pun melakukan patroli di perairan Tanjung Api Api (TAA) Banyuasin, dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal fery yang ditumpangi oleh truk tersebut setelah mendapatkan izin dari kapten kapal.

“Dari situ, kami menemukan bahwa kelima unit truk ini membawa BBM ilegal karena tidak memiliki izin edar ataupun izin jalannya,” kata Imam saat memberikan keterangan pers di Ditpolair Polda Sumsel, Kamis (29/10/2018).

Dari ungkap kasus tersebut, pihaknya berhasil mengamankan tujuh pelaku dengan rincian lima pelaku yakni sopir dan kernet sedangkan dua pelaku yakni pengurus dari truk tersebut.

Ketujuh pelaku yakni Apriandi (33), Herman (28), Kusnadi (35), Dimas Regi (20), Didi Junaidi (42), Edi Supriadi (45), dan Deni Sastra (22). Saat ini ketujuh pelaku tengah dilakukan pemeriksaan di Ditpolair untuk dilakukan pengembangan.

Berdasarkan dari keterangan tersangka, jika minyak ini akan dibawa ke Pulau Bangka dan ini merupakan kali pertama melakukan aksi. “Inikan keterangan mereka, tapi kami akan mengembangkannya lagi,” ujarnya.

Ketujuh pelaku ini dinilai telah melanggar yakni mengangkut tanpa izin usaha pengangkutan dan izin usaha niaga. “Ancaman hukumannya yakni empat tahun penjara dan denda yakni Rp 40 miliar,” tutupnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.