Penyebar Hoaks, Awas Ditangkap Polisi !

JAKARTA, koranindonesia.id – Kementrian Komunikasi dan Informatika mengingatkan, kepada masyarakat agar tidak menyebar berita bohong (hoaks) apabila tidak ingin ditangkap polisi karena kena UU ITE.

Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, saat menjadi pembicara dalam acara yang menyasar generasi millenial oleh IDN Times di Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

“Memang jika kita meneruskan hoaks, maka akan disebut jagoan? Enggak. Salah-salah ditangkap polisi, kena UU ITE,” kata Rudiantara.

“Bukan hanya cara berkomunikasi yang bergeser, tarif telekomunikasi saat ini juga sudah berubah. Contohnya, panggilan telepon, dulu si penelpon yang membayar biaya telepon,” aambungnya.

Saat ini, dengan adanya panggilan suara melalui internet, seperti lewat aplikasi berkirim pesan, baik orang yang menelepon dan menerima telepon sama-sama dikenakan biaya, berupa pemotongan data internet. Ketika menerima sesuatu yang meragukan, Rudiantara menyarankan untuk tidak perlu meneruskannya, bahkan tidak perlu membuka konten tersebut.

“Kalau menerima sesuatu yang meragukan, hapus saja, tidak usah dibuka. Buat apa? Pulsa atau data internet kita berkurang,” terangnya.

Dia juga memberi ciri-ciri konten yang berpotensi sebagai hoaks, yaitu mengatasnamakan kelompok tertentu dan di akhir tulisan berisi ajakan untuk meneruskan ke orang lain, agar konten tersebut menjadi viral.

Sementara itu, pemerintah terus berupaya untuk meredam penyebaran hoaks, maupun konten negatif lainnya dengan mengadakan program literasi bagi masyarakat, salah satunya bekerja sama dengan gerakan Siberkreasi yang membuat konten positif serta gerakan literasi digital.

“Di dunia maya, Kementerian Kominfo juga menutup sejumlah situs yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia,” tandasnya.

Terakhir, kementerian menggandeng penegak hukum, jika hoaks atau konten negatif berada di ranah pidana sekaligus memberikan efek jera.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.