Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Penodong di Ampera Ditembak Jatanras

PALEMBANG, koranindonesia.id – Joni alias Ringgo (40), buronan penodong di atas Jembatan Ampera berhasil dibekuk anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Dia ditangkap di kediamannya di kawasan Kertapati, Palembang. Bahkan pelaku pemalakan ponsel sepasang kekasih di atas Jembatan Ampera, Ahad (25/4) sekitar pukul 19.30 ini mencoba kabur sehingga diberikan tindakan tegas usai tembakan peringatan tidak dihiraukan.

Ia menuturkan, dalam melakukan aksi ia bersama Servi Sulingga (40) yang telah tertangkap terlebih dahulu pada saat kejadian. “Saya beraksi berdua tapi pada saat kejadian aksi kami diketahui warga, saya berhasil kabur dengan terjun ke sungai Musi teman saya itu tertangkap,” ujar Ringgo.

Ia menuturkan, untuk menghindari kejaran anggota polisi, ia kabur ke Bangka dan berjualan balon. “Saya sempat jualan salam pelarian tapi karena rindu saya pulang kerumah tapi polisi juga menjemput saya,” katanya.

Untuk ponselnya sendiri, lanjut dia mengatakan, bahwa sudah di jual seharga Rp250 ribu dan habis digunakan untuk makan dan membeli rokok. “Uangnya sudah habis untuk membeli makan dan rokok,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Christopher Panjaitan mengatakan, kejadian bermula pada saat korban Asri (25) bersama pacarnya Maryani (25) sedang duduk di atas jembatan Ampera.

Kemudian datang kedua pelaku dengan mengendarai sepeda motor langsung mendekati korban. “Pelaku Joni langsung mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan mengancam kedua korban, sedangkan satu pelaku mengawasi situasi,” jelasnya.

Pelaku Joni memaksa kedua korban mengeluarkan ponselnya hingga mengakibatkan baju korban robek karena terkena sabetan sajam yang diarahkan oleh pelaku.

Mengetahui aksi pemalakan tersebut, warga yang melintas langsung mendekati korban dan kedua pelaku langsung melarikan diri.

“Mendapatkan informasi tersebut anggota langsung bergerak cepat hingga berhasil mengamankan pelaku Servi. Namun pelaku Joni berhasil lolos dengan melompat ke Sungai Musi,” bebernya.

Kemudian anggota pun akhirnya berhasil mendapatkan informasi bahwa pelaku Joni pulang ke rumahnya, anggotanya langsung bergerak cepat.

“Joni pulang ke rumahnya di daerah Kertapati, sehingga kami bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku pada Minggu (5/9). Namun saat akan ditangkap pelaku mencoba melawan terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur. Atas perbuatannya pelaku terancam pasal 365 KUHP,” tukasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.