Penjambret Istri TNI Didor Polisi

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Aparat Polres Lubuklinggau berhasil melumpuhkan  tersangka AR dengan timah panas di paha kanannya. AR adalah salah satu anggota komplotan pelaku penjabretan terhadap istri angota TNI.

Tersangka AR terpaksa didor karena berusaha melawanan petugas kepolisian saat akan ditangkap di rumahnya di belakang kantor BNN Kecamatan Lubuklinggau Barat.

Kapolres Lubuklinggau  AKBP Sunandar, SIK  melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan  Iptu Aprinaldi, S.Sos menjelaskan penangkapan AR setelah didapat informasi tentang keberadaannya. Kemudian Kapolsek Lubuklinggau Selatan berkoordinasi dengan Kapolsek Lubuklinggau Timur dan langsung menuju kediaman tersangka pada pukul 07.30 WIB, Selasa (20/3/2018).

Setelah melakukan penangkapan terhadap AR (27) di Jl. Garuda RT 04, lalu    dilakukan pengembangan dan dilanjutkan dengan penangkapan t tersangka BA (24) dikediamannya di Jl. Garuda Kelurahan Kayu Ara  Kecamatan Lubuklinggau Barat I  Kota Lubuklinggau tanpa perlawanan. Sedangkan DO (25) warga Desa Guru Agung Kecamatan P.U.T  Kabupaten Rejang Lebong belum tertangkap (DPO).

Adapun barang bukti yang diamankan dari AR yaitu satu buah helm warna hitam merk GM dan 4 (empat) lembar baju bayi dibeli AR menggunakan uang hasil penjambretan.

Dijelaskan, korban yang merupakan anggota Persit,Risda (32) warga Gg. Aneka Irama  Kecamatan Lubuklinggau Timur I mengalami penjambretan di Jl. Yos Sudarso  Kelurahan Taba Pingin dengan kerugian satu buah tas jinjing warna hijau yang berisikan uang tunai Rp. 5.000.000, satu unit ponsel merk Samsung, kartu BPJS, KTP, dan SIM C atas nama korban dengan laporan polisi nomor LP/B-209/XII/2017/ Sumsel/Resllg/ Sek.Llg.Sel Tanggal 05 Desember 2017 lalu.

Dari hasil interogasi kepada AR, aksi yang mereka  lakukan terjadi pada Selasa (05/12/2017) pukul 14.30 WIB. Saat itu AR mengemudikan sepeda motor Vixion warna hitam dari arah pasar memepet sepeda motor korban saat korban mengendarai motor sendirian. Saat itu DO (DPO) yang duduk di belakang AR langsung menarik tas sandang korban sehingga korban terjatuh lalu tersangka mengambil sepeda motor dan tas milik korban dan melarikan diri.

TSK AR dan DO kemudian mampir ke rumah temannya AK di Kelurahan Lubuk Aman dan mengeluarkan isi tas korban, mengambil ponsel, surat-surat, dan uang tunai yang ada di dalamnya sedangkan ponsel Samsung dibeli oleh AK senilai Rp 800.000. Dari keterangan pelaku diketahui bahwa sepeda motor Vixion yang digunakan untuk melakukan kejahatan adalah milik AR dan telah di jual ke wilayah Kabupaten Mura dengan perantara FR warga P.U.T  Provinsi Bengkulu seharga Rp 5.500.000.

Dilanjutkan, bahwa AK telah merantau ke Pulau Batam dan terungkap bahwa tersangka ini juga melakukan penjambretan di berbagai TKP. Antara lain AR pernah melakukan jambret di TKP lain yaitu satu kasus di Wilkum Polsek Lubuklingau Selatan dan enam TKP di Wilkum Polsek Lubuklinggau Timur. AR mengakui bahwa melakukan aksinya dan di depan Kompleks Transmigrasi  Kelurahan Moneng Sepati bersama Doni (DPO) serta di depan Mie Ayam Kelurahan Taba Jemekeh dan di depan Bank Sumsel Syariah  Kelurahan Taba Koji  Lubuklinggau Timur I bersama David (DPO) serta di depan Ex. Kompiban dan di depan Bengkel Motor dekat SDN 38 Kelurahan Taba Jemekeh bersama AF (meninggal dunia).

Terpisah, Kapolsek Lubuklinggau Timur  AKP Hadi S membenarkan tertangkapnya tersangka BA yang berawal dari pengakuan tersangka AR bahwa dirinya melakukan curas (penjambretan) di depan Toko Istana Es  dan di depan Ex SPBU Kelurahan Taba Jemekeh. Saat ini AR telah diamankan di tahanan Polsek Lubuklinggau Selatan. Sedangkan BA mendekam di sel tahanan Polsek Lubuklinggau Timur guna proses selanjutnya. (shandi april)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.