Banner sumsel

Penilaian Camat Berprestasi Diserahkan ke Tim Independen

PALEMBANG,koranindonesia.Id – Penilaian kinerja 18 camat di Palembang tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, Pemerintah Kota Palembang hanya melibatkan tim independen. Hal ini dilakukan untuk menjaga netralitas dalam penilaian.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, penilaian camat 2018 ini hanya dilakukan oleh tim independen seperti akademisi, media, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ombudsman.

“Penilaian akan dilakukan mulai  5 sampai 16 November atau sekitar 10 hari,” katanya usai Rapat Penilaian Camat se-Kota Palembang di ruang Parameswara Kantor Setda Kota Palembang, Kamis (1/11/2018).

Sulaiman mengatakan, ada tujuh variable dalam penilaian tersebut yang bukan hanya secara teoritis saja tetapi juga penelitian yang dilakukan oleh tim. Tim akan memastikan tercipta atau tidaknya dua program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Palembang di kecamatan tersebut.

“Tim independen akan menilai gerakan shalat subuh berjamaah di kecamatan apakah camat bisa menggerakkan masyarakat untuk sholat di masjid atau musholah atau tidak,” jelasnya.

Selain itu, tim juga akan menilai gotong royong di kecamatan itu berjalan atau tidak dan akan dinilai hasilnya. Tak hanya itu, kepuasaan masyarakat atas pelayanan pemerintah pun akan dinilai. “Ini untuk mengukur kinerja camat, kita tidak ingin masih adanya warga yang tidak dilayani dengan baik bahkan sampai tidak terlayani,” terangnya.

Setelah penilaian dilakukan, Pemkot Palembang akan memberikan reward dan punishment yang saat sedang dikaji bentuknya seperti apa. Dimungkinkan punishment bagi camat yang belum berhasil berupa sanksi moral. Pemkot menilai, camat bekerja dengan didukungan masyarakat. Sehingga warganya pun harus ikut tanggung jawab.

“Di dalam penentuan siapa pemenangnya suara pemkot tidak bisa mengintervensi penilaian,” katanya.

Diharapkan adanya inovasi dari para camat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan pembangunan di wilayahnya dan ikut serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang. “Seorang camat harus mampu melakukan revolusi mental terhadap masyarakat agar mendukung program pemerintah,” tukasnya.

Ditambahkan Kabag Pemerintahan Setda Kota Palembang Herly Kurniawan mengatakan, metode penilaian hampir sama dengan sebelumnya. Tapi tahun ini hanya melibatkan independen tanpa pemkot. Tim akan menilai program yang akan dilaksanakan dan sudah dilaksanakn.

Akan ada wawancara pendalaman antara tim dan camat. Masing-masing tim akan menyiapkan pertanyaan sesuai tupoksi camat dalam rangka mewujudkan Palembang Emas Darussalam 2018-2023. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.