Banner sumsel

Pengusaha Angkutan Batubara Ancam Boikot Jalur Khusus

LAHAT, koranindonesia.id – Sejak dilarangnya angkutan batubara melintasi jalan umum, oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) terhitung, hari ini Kamis (8/11/2018), ribuan angkutan batubara di Kabupaten Lahat, istirahat beroperasi.

Pengusaha angkutan batubara terpaksa memarkirkan kendaraannya, lantaran disetopnya angkutan batubara melintasi jalan umum oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.  Disisi lain, pengusaha dan sopir truk mulai cemas. Pasalnya, pelarangan tersebut akan berimbas kepada penghasilan yang selama ini menjadi andalan.

Ketua Harian Persatuan Angkutan Batubara Sumsel dari empat Kabupaten yakni Pali, Prabumulih, Muaraenim, dan Lahat , yang membawahi sekitar 1.500 unit armada angkutan batubara, Doni menyatakan, pihaknya juga terpaksa menghentikan angkutan. “Saat ini kita tidak operasi dan semuanya dikandangkan,” ujar Doni, kepada wartawan Kamis (8/11/2018).

Diungkapkanya, bahwa bila tidak ada perhatian dari pemerintah, maka demi keadilan pihaknya akan menyetop seluruh angkutan batubara dari tambang ke jalur khusus, stasiun. Lantaran angkutan tersebut tetap melalui jalur umum.

“Karena yang boleh lewat jalur khusus dan stasiun hanya tronton. Tapi mereka masih lewat jalan umum, jadi akan kami setop semua demi keadilan, karena walaupun 1 -2 meter tetap tidak boleh lewat jalan umum,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa harus diperhatikan para pengusaha kecil. Apalagi, sopir- sopir yang bekerja adalah warga lokal. Mereka saat ini tidak tahu mau kerja apa. Sementara, yang memiliki tronton itu kebanyakan adalah pengusaha besar.

Truk angkutan batubara milik perusahaan transportir batubara di Lahat tampak berhenti beraktivitas sementara, Kamis (8/11). (FOTO/SFR)

Transportir batubara CV Kartamuda, Igus Toni menambahkan, sejak diberlakukannya pelarangan melintasi jalan umum, 50 unit truk miliknya terpaksa dikandangkan.  Kondisi tersebut menurutnya, juga memaksa para sopir angkutan batubara untuk berhenti beraktivitas.

“Ya kalau kita sudah dari kemarin menyetop.  Mau tidak mau, kita kandangkan mobil, sebab tidak ada jalan untuk kita bisa angkut batubara ini. Kita ikut aturan,” ujar Igus.

Diakui Igus,  kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Sumsel dirasa cukup memberatkan bagi kalangan pengusaha angkutan batubara lokal. Dengan dilarangnya truk angkutan batubara melintas di jalan umum, maka segala aktivitas usaha akan mati total.

Kondisi tersebut juga berimbas bagi para sopir. Dikatakan Igus, Jalan Servo sebagai jalur alternatif angkutan batubara milik PT Titan yang diwacanakan pemerintah, hingga kini juga tidak jelas dan sejauh ini belum ada angkutan batubara yang menggunakan jalan tersebut.

“Ya kita minta ada solusi dari pemerantah. Jangan langsung menyetop, mungkin ada kebijakan pengurangan tonase dan jam keberangkatan.  Kalau begini mati total,” pintanya, seraya berujar kasihan juga dengan para sopir yang harus kehilangan mata pencaharian.

Hal senada juga disampaikan Humas PT Salam Sriwijaya Sukses, Popi Sulaiman. Diakui Popi, angkutan batubara milik perusahaannya saat ini juga setop total.  Tidak ada aktivitas angkutan sama sekali, hanya saja menurutnya,  perusahaan tambang batubara yang biasa mengangkuta sebagian hasil tambangnya, menggunakan angkutan kereta api.

“Ya tidak ada lagi usaha kita.  Selama ini kita bergantung dari kerja sebagai sopir angkutan batubara.  Sekali angkut kita dapat Rp200 ribu. Kalau disetop gak tau mau kerja apa.  Bagaimana kita mencukupi kebutuhan keluarga dan untuk anak sekolah,” ujar Eko, salah satu sopir angkutan batubara.

Sementara itu,  pantauan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di wilayah Kecamatan Merapi Area terlihat lengang dari truk angkutan batubara.  Hingga berita ini dibuat tidak terlihat satupun truk dan tronton yang mengangkut batubara melintas.

Hal serupa juga terlihat di depan Jalan Servo milik PT Titan.  Disisi lain,  puluhan truk tampak terparkir di depan Rumah Makan Putra Putri, Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi.  Sementara sang sopir masih menunggu.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.