Banner sumsel

Pengurus DPC Hanura Banyuasin Kisruh, Kantor Digembok

BANYUASIN,koransumatera.com-Kisruh  pergantian Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sumsel, berimbas kejajaran Pengurus DPC Partai Hanura Banyuasin. Sejak Sabtu (27/1/2018) hingga Kamis (1/2/2018) Kantor DPC Partai Hanura Banyuasin tertutup rapat, diduga aksi gembok  kantor ini dilakukan pengurus pro Mularis.

Aksi gembok  kantor ini membuat pengurus dan kader DPC Partai Hanura Banyuasin kelabakan dan harus bekerja ekstra keras untuk melengkapi berkas verifikasi faktual oleh KPU Banyuasin. Dikarenakan seluruh dokumen berada didalam kantor.

Pantauan Kamis (1/2) di Kantor DPC Hanura di Jalan  Lintas Palembang-Jambi KM 54 persisnya disimpang gerbang Jalan Lingkar Seterio terlihat sepi. Dari luar terlihat pagar kantor terkunci rapat dan pintu kantor dirantai.

Ketua DPC Hanura Banyuasin H Muhammad Sholih S.PdI melalui Sekretaris Ridho Munir membenarkan kantor DPC Hanura Banyuasin dikunci.

“Perbuatan ini diduga dilakukan saudara Syailendra dan saudari Nurmala Dewi, ketika saya tanya atas perintah siapa untuk mengunci kantor, Syailendra menjawab perintah Mularis,”katanya.

Dikatakan Ridho saat dihubungi via telepon, Syailendra meminta pihak Ridho untuk tidak melalukan aktivitas apapun di kantor tersebut.

“Selembar surat ada koyak pun jangan diambil, kalau kalian ambil artinya itu maling dan kalian akan kami laporkan ke polisi,” terang Ridho menirukan ucapan Syailendra.

Ridho mengakui  kalau kantor DPC Hanura Banyuasin itu dibangun di atas tanah milik Mularis, namun ada surat perjanjian pinjam pakai berdasarkan akta Notaris Saripudin Burhan SH SPN.

“Biaya pembangunan kantor berukuran 3.645M2 atau 8 x 16 M itu senilai Rp 400.000.000 dan itu hasil swadaya dari kader Hanura Banyuasin dan memang ada sumbangan sedikit dari Mularis sekitar Rp 70.000.000,” katanya.

Dikatakan Ridho, kondisi tersebut cukup membuatnya kesulitan, mengingat saat ini sedang berlangsung verifikasi faktual oleh KPU Banyuasin. “Semua berkas, dokumen partai ada di dalam kantor, semuanya tidak bisa diambil,bahkan terpaksa sewa ruko untuk dijadikan kantor DPC Hanura Banyuasin, yang sifatnya dadakan,” pungkasnya.

Reporter : waluyo

Editor : Elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.