Banner sumsel

Pengembangan Wisata Baru, Pemkot Harapkan Peran Serta Pihak Ketiga

PALEMBANG, koranindonesia.id – Meski tidak semua rencana pembangunan wisata di Palembang terlaksana, namun saat ini pariwisata sudah cukup bergeliat, dan destinasi yang ada cukup menarik perhatian. Dalam tahun ini, Kampung Air hingga Air Mancur Menari diwacanakan untuk dibangun.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, sebelum ini 11 pengembangan wisata pada 2018 beberapa waktu lalu itu merupakan pengembangan pada saat Asian Games lalu.

Pihaknya memastikan tidak akan berhenti sampai di Sekanak Bersolek, ataupun hanya mengandalkan yang telah ada seperti Alquran Akbar dan lainnya.

“Tentu tahun ini kita akan lanjutkan, baik itu yang sudah ada kita tingkatkan lagi atau kita buat yang baru,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Memaparkan soal pengembangan wisata baru di 2019, ia menyebutkan sudah ada beberapa yang mendapatkan bantuan dan siap dibangun, ataupun bantuan berupa sarana seperti kapal pariwisata dan lainnya.

“Sudah ada yang bersedia membangun destinasi wisata ini, yaitu Kampung Air yang mana lokasinya sangat bagus dan potensial untuk wisata karena terhubung nantinya ke Pagoda yang ada di Pulau Kemaro, kemudian kita juga dapat bantuan kapal wisata untuk berkeliling di sekanak bersolek yang mana dibantu PT Pegadaian, Air Mancur Menari, dan lainnya,” papar dia.

Selain itu, untuk spot kuliner. Pihaknya sudah punya rencana untuk memperbaiki kualitas Pasar Duren di Kuto agar layak jadi spot berstandar wisata. “Kalau yang dulu belum layak dijadikan destinasi wisata, karena kita perlu tambah fasilitas yang berstandar pariwisata, dan ini beberapa yang bantu sepeti tenda dan kursi dari Teh Sosro, namun ini belum cukup karena perlu fasilitas lainnya, agar layak dijadikan wisata,” katanya.

Pihaknya juga akan mendorong agar pengembangan pariwisata sebelumnya yang belum begitu efektif, seperti Bungalow di Pulau Kemaro untuk mendapatkan investor.

“Pengembangan pariwisata di Pulau Kemaro nanti selain akan ada Kampung Air, nanti dari PU juga sudah bersedia untuk membangun jembatan penyeberangan darat untuk orang ke pulau tersebut,” imbuhnya.

Adapun pembangunan Bungalow sebanyak 10 unit itu, lanjut Isnaini merupakan pancingan saja, agar ada investor yang melirik potensi di kawasan tersebut.

“Kalau 10 unit juga sebenarnya tidak bisa untuk apa – apa, ini sebagai pancingan agar ada yang mau berinvestasi mengembangkan pariwisata di sana, apalagi tanah yang dimiliki pemkot disitu terbilang luas mencapai 25 Hektare,” paparnya.

Hal ini, lanjutnya juga berlaku sama seperti di Kampung Kapitan. Dimana ia mengakui, jika sebelumnya memang ada rencana pengembangan restoran sebagai destinasi wisata kuliner.

“Pengembangan disana bersamaan dengan Lorong Basah Night Culinery, dan sebenarnya dulu sudah ada yang buka resto disana, tapi hasilnya tidak menggembirakan, makanya kita kaji lagi untuk pengembangan restoran di sana,” terangnya.
(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.