Pengembalian Uang Pelanggan Jargas Langsung Dipotong Rekening

PALEMBANG, koranindonesia.id- Pengembalian uang dari kenaikan tarif Jaringan Gas (Jargas) oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) kepada 6.600 pelanggan dilakukan dengan sistem potongan rekening pembayaran.

Direktur Operasional PT SP2J, Anthony Rais menegaskan, pihaknya sudah mulai melakukan pengembalian uang kepada 6.600 pelanggan Jargas yang dilakukan secara bertahap sejak awal April. Pengembalian uang tersebut sebagai kompensasi karena menaikan harga gas sejak awal tahun lalu.

“Alhamdulilah sudah kita kembalikan, tapi dalam bentuk potongan pembayaran bukan dalam uang cash,” katanya, Senin (15/4/2019).

Anthony mengatakan, pengembalian uang pelanggan dari kenaikan tarif awal tahun lalu akan dilakukan secara bertahap. “Misalnya, kalau sebelum kenaikan pelanggan bayar Rp50 ribu perbulannya dan setelah kenaikan menjadi Rp100 ribu, maka kita kembalikan uang selisih kenaikannya Rp 50 ribu tadi untuk pelanggan kita potong. Jadi langsung kita potong saat pembayaran,” jelasnya.

Ia mengatakan, tak ada masalah dalam pengembalian uang ini karena semua sedang berjalan. “Kita juga menanti kepastian dari BPH Migas untuk menetapkan satu harga dan kita ikuti jika memang intruksinya seperti ini,” ujarnya.

Pihaknya meminta agar penetapan satu harga ini dapat segera selesai sehingga bisa berpatokan dengan harga tersebut. “Sebetulnya kami merugi dengan harga ini. Karena itu kami minta untuk segera ditetapkan harga tersebut,” katanya.

PT SP2J harus menurunkan kembali harga jaringan gas kelas I  yakni Rp Rp 2710 per kubik dari sebelumnya Rp4.750 per kubik dan kelas II Rp4.750 per kubik  dari sebelumnya Rp7.125 per kubik. Pengembalian harga ini akan dilakukan mulai per 1 April 2019.

Untuk tahun ini sambungan pemasangan Jargas Pemkot Palembang mendapatkan bantuan sebanyak 6034 SR. Distribusi pembangunannya meliputi Kecamatan Sematang Borang di Kelurahan Srimulyani 974 SR dan Kelurahan Lebung Gajah 1.024 SR, Kecamatan Sako di Kelurahan Sako 1.371, Kecamatan SU I di Kelurahan 7 Ulu 374, Kecamatan SU II di Kelurahan Tangga Takat 637 SR, Kecamatan Jakabaring di Kelurahan 8 Ulu 856 SR dan Kelurahan 15 Ulu 798 SR.

“Untuk pembangunan dari SP2J sendiri tahun ini kita rencana sebanyak 9.000 sambungan rumah tangga. Dan saat ini masih dalam tahap pendataan,” terangnya. (Iya)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.