Banner sumsel

Pengedar Upal di Lahat Dibekuk

LAHAT,koranindonesia.id- Ingin memiliki uang banyak dengan cara mudah membuat Reza Palepy (21), warga Desa Muara Siban, dan Ongki Sepriandi (21) warga Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, menghalalkan segala cara. Naasnya, uang palsu (Upal) yang selama ini dicetak dan dibelanjakan terbongkar ketika, Sabtu (27/4), Satreskrim Polres Lahat menerima upal pecahan Rp 50 ribu sebanyak tujuh lembar, hasil serahan masyarakat.

“Dari laporan itu, kita langsung lakukan penyelidikan. Tersangka Reza Palepy kita amankan di Bendungan Desa Suka Negara, dengan barang bukti satu lembar upal pecahan Rp 50 ribu,” terang Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Darma, Senin (29/4/2019).

Reza mengaku, upal tersebut didapatnya dari Ongki. Sayangnya, saat didatangi kediamannya, polisi hanya menemukan barang bukti berupa printer merk HP, tinta warna, laptop asus, kertas HVS, untuk membuat upal. Juga dua lembar upal pecahan Rp 100 ribu.

“Modus pengedarannya, pelaku sengaja mengincar warung-warung kecil, dengan cara berbelanja,” ujarnya.

Polisi rupanya tidak kehilangan akal. Persembunyian Ongki akhirnya ditemukan. Minggu (28/4) sekitar pukul 01.00 WIB, Ongki ditangkap tanpa perlawanan saat berada di tempat saudaranya di Desa Nantal, Kecamatan Lahat Selatan.

“Pengakuan tersangka, belum sampai satu bulan mencetak dan mengedarkan upal. Tersangka kita jerat pasal Pasal 36 Ayat (1) ,(2) dan (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang. Maksimal 15 tahun penjara. Kita imbau masyarakat lebih waspada terebih jelang ramadan,” imbau Satria. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.