Banner sumsel

Pengcab Perbakin Dihapus KONI OKU, Ini Sebabnya

BATURAJA, koranindonesia.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berencana akan menghapus beberapa Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga yang tidak aktif, hal ini dikatakan oleh Ketua KONI OKU Edy Jaya Saleh.

“Hanya sekitar 80% Pengcab dari 30 Pengcab KONI OKU yang aktif, sedangkan sisanya hanya ada nama kepengurusan namun tidak aktif,” sebut Edy Jaya Saleh, Senin (8/10/2018).

Menurut Edy, persoalan peralatan dan fasilitas sarana prasarana menjadi faktor kendala utama tidak aktifnya beberapa pengcab di KONI OKU, seperti halnya dicontohkan Edy, Perbakin OKU, yang memerlukan peralatan berupa unit senjata api yang harganya cukup mahal.

“Kita ada pengcab-nya (Perbakin) cuma cari atletnya dengan alat yang mahal susah, berapa coba harga satu unit pistol, bisa mencapai puluhan juta,” papar Edy lagi.

Karena itu ditambahkannya, KONI OKU berencana menghapus kepengurusan kepengurusan cabang olahraga Perbakin di Kabupaten OKU.

“Untuk Perbakin mungkin hapus sajalah, tahun depan tidak usah diperpanjang lagi. Karena percuma hanya memperpanjang barisan, ada nama cuma cari atletnya susah,” timpalnya lagi.

Pelantikan Pengurus Cabor KONI OKU, Kamis (4/10). (FOTO/TIN)

Sebelumnya, Bupati OKU Kuryana Aziz pada kegiatan pelantikan empat Pengcab KONI di OKU pada kamis (4/10) lalu, sempat menyentil Pengcab KONI yang kurang begitu aktif.

Menurut orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang ini, di OKU hampir seluruh kepengurusan cabang olahraga ada, namun hanya sekitar 75% nya saja yang aktif.

Hal ini menurut Kuryana dapat dilihat pada saat ada event kegiatan, hanya beberapa pengcab yang kerap melakukan event turnamen seperti misalnya PSSI dan pengcab yang aktif lainnya.

Kuryana berharap kedepan seluruh pengcab bisa aktif melakukan kegiatan, sehingga bisa menghasilkan atlet yang berprestasi. Memang diakui Kuryana, untuk melakukan sebuah event perlu biaya yang cukup besar, sementara suntikan dana dari KONI sangat terbatas, namun hal ini bukan menjadi alasan.

“Tidak ada salahnya untuk mengadakan suatu turnament, sah-sah saja minta bantuan kesemua pihak, atau cari donatur,” sebutnya

Mengadakan suatu kegiatan Lanjut Kuryana tidak harus mengundang daerah lain, cukup event-event lokal saja.

“Yang penting kegiatan ini tujuannya untuk melatih, mengasah dan mempersiapkan atlet-atlet dan mencari bibit-bibit atlet berprestasi, yang dipersiapkan untuk event yang lebih besar lagi nantinya,” tandasnya.

(tin)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.