Banner sumsel

Pengamat Sarankan Partai Demokrat tak Buru-Buru Putuskan Gabung Koalisi Jokowi-Amin

JAKARTA, koranindonesia.id – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai terlalu terburu-buru atau premature jika Partai Demokrat hengkang dari koalisi pendukung Prabowo-Sandi dan menerima ajakan TKN bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Meskipun, tawaran itu pasti menggiurkan bagi Demokrat.

 “Saya rasa terlalu jauh ya buat Demokrat memikirkan atau berfikir untuk join (gabung) ke (koalisi) Jokowi-Maruf. Walaupun, menurut saya itu pasti tawaran yang menggiurkan bagi Demokrat. Apalagi suara Demokrat versi quict count kan terpuruk ke 7 persen. Artinya, mereka turun lagi sekitar 3 persen suaranya,” ujar Hendri saat dihubungi, Sabtu (27/4/2019).

Menurut Hendri, tawaran untuk bergabung ke dalam kekuasaan itu memang dambaan semua partai politik. Apalagi, partai yang suaranya terpuruk.

Karena, bergabung ke dalam koalisi pemerintahan itu setidaknya ada dua hal yang didapatkan. Pertama, secara elektoral, popularitas dan elektabitas parpol akan sedikit terdongkrak. Kedua, menjadi bagian dari pemerintahan itu juga bisa menghasilkan sumber daya dana untuk partai.

“Makanya, pasti ini bukan merupakan godaan yang tidak dipikirkan oleh Demokrat,” papar Hendri.

Namun, untuk saat ini, baik partai di koalisi Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Maruf Amin, bukan waktu yang tepat untuk mengalihkan gerbong. Sebaiknya menunggu sampai proses Pilpres ini selesai.

“Menurut saya, saat ini waktunya, timing-nya tidak tepat bagi Demokrat meninggalkan Prabowo-Sandi, sebelum pengumuman 22 Mei di tentukan atau sebelum presiden terpilih versi 2019 di lantik 20 Oktober nanti,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.