Banner sumsel

Pengacara Komisioner KPU: Kita Siapkan Memori Banding

 

WePALEMBANG, Koranindonesia.id – Tak terima dengan putusan hakim Pengadilan Negeri Palembang, lima komisioner KPU Palembang yang disidang atas kasus pelanggaran pemilu akan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi.

Hal itu disampaikan Rusli Bastari, pengacara kelima terdakwa usai persidangan dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Palembang, Jumat (12/7). “Atas putusan ini kita menyatakan banding untuk diuji lagi di Pengadilan Tinggi,” ucapnya.

Namun pihaknya terlebih dahulu akan menyiapkan memori banding, sebagai upaya hukum terakhir untuk kasus tersebut.

“Kita baca dan pelajari dulu putusan hakim, baru bisa siapkan memori banding,” imbuh seraya menyebut masih tetap optimis bahwa kliennya tidak bersalah.

Dalam persidangan, majelis hakim yang diketuai Erma Suharti memberikan kesempatan kepada jaksa maupun penasihat hukum untuk mengajukan upaya hukum dalam waktu tiga hari, apabila tidak sependapat dengan putusan tersebut.

Sebelumnya hakim memvonis kelima terdakwa yakni Ketua KPU Palembang Eftiyani, Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi Syafarudin Adam, Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Yetty Oktarina.

Kemudian komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Alex Barzili terbukti bersalah melanggar Pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu Jo Pasal 55 KUHP. Serta menghukum terdakwa pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan 1 tahun dan denda Rp10 juta subsider 1 bulan kurungan.(sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.