Banner sumsel

Penertiban Tarif Parkir Liar di Palembang, Syaiful Fadli : Butuh Ketegasan Wali Kota

PALEMBANG, koranindonesia.id – Video penertiban yang dilakukan sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman terhadap juru parkir (jukir) yang menetapkan tarif parkir semaunya, di kawasan perbelanjaan yang ada di Kota Palembang, menuai tanggapan dari sejumlah pihak.

Video yang beberapa hari belakangan ini tersebar dan menjadi viral di media sosial (medsos) ini ditanggapi, salah satunya dari kalangan DPRD Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) asal daerah pemilihan (dapil) Kota Palembang, Syaiful Fadli.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, setidaknya ada tiga hal yang mesti dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, terkait penyesuaian tarif parkir ini.

Pertama, Pemkot Palembang harus tegas dalam menertibkan para jukir liar ini, kedua dilakukannya uji petik tarif parkir terhadap kawasan kantong-kantong parkir yang ada di Kota Palembang, dan terakhir peningkatan proporsionalitas dan profesionalitas para jukir demi untuk meningkatkan pelayanan serta kenyamanan parkir terhadap masyarakat. Jika ingin menjadikan Palembang sebagai kota pariwisata.

“Harus ada goodwill dari pemerintah daerah. Menurut saya Pemkot (Palembang) memang tidak terlalu serius melakukan pembenahan persoalan parkir ini. Wali Kota dalam hal ini harus tegas melakukan pembenahan,” kata anggota Komisi III DPRD Sumsel ini.

Petugas kepolisian dari Unit Jatanras Polda Sumsel saat melakukan penertiban para jukir liar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palembang. (FOTO/IST)

Mengenai keseriusan Pemkot Palembang dalam membenahi persoalan parkir di Palembang ini menurutnya lagi, menjadi sebuah keniscayaan. Meski diakuinya, ada mata rantai yang cukup sulit untuk dibongkar, jika terkait carut marut persoalan parkir ini.

“Kenapa (Pemkot) tidak serius ? Sebab, kalau serius maka akan banyak pihak yang kehilangan mata pencahariannya. Belum lagi adanya tekanan dari preman. Yang bisa memotong mata rantai itu, adalah kepala daerah yang bersangkutan,” tandasnya.

Seperti diketahui, di medsos belakangan viral sebuah video berisi adegan penertiban sejumlah jukir yang biasa beroperasi di kawasan pusat perbelanjaan Gaya Baru, Jalan Kolonel Atmo, Palembang.

Dalam video tersebut, petugas kepolisian yang disebut-sebut berasal dari Unit Jatanras Polda Sumsel itu terlihat berupaya melakukan penertiban dengan menangkapi para jukir disana, yang seringkali meresahkan masyarakat pengguna jasa parkir dengan menetapkan tarif parkir semaunya, yaitu sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat (R4).

(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.