Banner sumsel

Penertiban PKL di Masjid Agung Diwarnai Ricuh

PALEMBANG, koranindonesia.id – Tidak seperti biasanya, suasana ricuh sedikit mewarnai penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pelataran Masjid Agung Palembang, Jumat (27/4/2018). Bagaimana tidak, masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah salat Jumat seketika heboh dikarenakan penertiban PKL yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang.

Akibatnya para PKL yang kerap menjajakan barang dagangannya di seputar pelataran Masjid Agung Palembang, pada hari Jumat tiap pekannya itu, tak terima dengan penertiban yang dilakukan oleh anggota Sat Pol PP kota Palembang. Beruntungnya, aksi saling ngotot antara pihak Sat Pol PP Kota Palembang dengan para PKL tersebut tak berlangsung lama, setelah para PKL akhirnya dapat diberikan pengertian dan sukarela membubarkan diri.

Ditemui di lokasi kejadian, Kepala Seksi (Kasi) Pengawalan dan Kesamaptaan Sat Pol PP Kota Palembang Budi Norma mengatakan, penataan dan penertiban para PKL di lingkungan Masjid Agung Palembang merupakan kegiatan rutin. “PKL memang tidak diperbolehkan berjualan di lingkungan Masjid Agung Palembang, baik di luar maupun di dalam pagar masjid,” katanya.

Budi juga menyebutkan, penertiban para PKL ini dilakukan atas permintaan dari pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang. Pasalnya, dengan terlalu banyaknya para PKL yang berjualan dengan membuka lapak di seputaran lingkungan Masjid Agung, membuat para jamaah menjadi tidak nyaman untuk beribadah.‎

“Jadi intinya memang tidak boleh berjualan disitu, tidak ada solusi. Memang hari ini kan Jumat berkah, tapi kan tidak boleh juga mengganggu kenyamanan orang yang hendak beribadah,” jelasnya.

Diakuinya, dalam melakukan penataan dan penertiban PKL di lingkungan Masjid Agung ini, setidaknya diturunkan 60 personel. Setelah melakukan penataan dan penertiban di wilayah Masjid Agung, selanjutnya Sat Pol PP akan melakukan penataan PKL yang berjualan di tempat yang memang tidak diperbolehkan berjualan.

“Kalau memang di tempat yang dilarang, tetap tidak boleh, tidak ada solusinya. Siapa sih yang tidak mau Kota Palembang ini bersih dan rapi, jadi harus ada penataan. Malu kita kalau ada tamu yang berkunjung,” keluhnya.

Menurut Budi lagi, selain para PKL, menjelang bulan ramadan dan pelaksanaan Asian Games mendatang, Sat Pol PP Kota Palembang‎ juga akan men‎ggelar razia dan penertiban terhadap warung remang-remang yang menjual minuman beralkohol, serta para PSK yang sering menjajakan diri di pinggiran jalan dalam Kota Palembang ini.

“PSK kita sikat habis ya, tapi kalau hiburan, seperti karaoke keluarga masih menunggu hasil rapat. Tapi saat Asian Ames kita pastikan tetap kita buka. Karena sebagai kota metropolitan, hiburan malam ini memang dibutuhkan, tapi harus sesuai dengan budaya orang timur seperti kita tentunya,” tukasnya.(sen)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.