Banner sumsel

Penerapan Mendatori B20 Dinyatakan Belum Maksimal

JAKARTA,koranindonesia.Id-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa penerapan mendatori B20 yang disetarakan dengan campuran biodiesel untuk bahan bakar solar dinyatakan belum optimal untuk dijalankan.

Hal itu diungkapkan Darmin Nasution usai membuka acara Partamina Energi Forum 2018 di Jakarta, Rabu (28/11/2018). Menurut Darmin salah satu penyebabnya, Pertamina terlalu banyak membuka titik dalam menjalankan program B20.

“Tapi saya tekankan, peran Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas terbesar di Indonesia diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar bakar diesel 20 persen (B20),” katanya kepada wartawan.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) siap menyalurkan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20) kepada pengguna akhir  melalui  112 terminal bahan bakar minyak (TBBM).  Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan kesiapan tersebut sebagai bentuk implementasi kebijakan mandatori B20 yang diimplementasikan mulai 1 September ini.

“Untuk mendorong peningkatan jumlah pengguna bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan, Partamina sudah siap 100 persen untuk mencampur dan menyalurkan biodiesel sebagai implementasi kebijakan mandatori B20,” jelasnya.

Nicke memaparkan dari 60 Terminal BBM yang telah menyalurkan B20, Pertamina mencatat sejumlah TBBM dengan penyaluran tertinggi seperti TBBM Jakarta Group, TBBM Kotabaru Group, TBBM Surabaya dan TBBM Balikpapan. PT Pertamina (Persero) sempat menyatakan kekurangan pasokan FAME (Fatty Acid Methyl Eter) atau bahan campuran biodiesel 20 persen atau B20 dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BBN).

Dari 112 terminal BBM, baru 69 terminal BBM yang sudah menerima penyaluran FAME. Sementara sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

“Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun penyaluran B20 tergantung pada suplai FAME, di mana hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan,” tandasnya. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.