Banner sumsel

Penembakan di Macan Lindungan, Evi: Suami Saya Bukan Pemalak!

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Tragedi penembakan menewaskan Ridwan alias Dedek (37) di simpang Macan Lindungan, Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan IB 1 Palembang pada 22 Juli lalu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Terlebih menurut Eva Diana Sari, istri almarhum Ridwan, suaminya yang tewas akibat ditembak oknum polisi berpangkat Brigadir dengan inisial Ip sampai saat ini masih disebut sebagai pemalak simpang Macan Lindungan.
“Suami saya bukan pemalak, sehari-hari kami jualan minuman dan disitu (TKP) kami ada warung dan memang tinggal disitu,” ucap Eva sambil terisak tangis, Kamis (22/8).
Menurut Evi, kasus penembakan terhadap suaminya tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Palembang pada 24 Juli lalu, namun karena masuk wilayah hukum Polsek IB 2, maka dilimpahkan ke sana.
“Disini kami hanya minta keadilan, jangan karena yang menembak oknum polisi, laporan kami jadi tidak berjalan dan sampai sekarang tidak ada etikad baik,” tutur ibu lima anak ini yang mengaku tidak ada lagi pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya.
Dirinya menambahkan, saat kejadian ia sedang berada di warung melayani pembeli, sedangkan suaminya baru keluar dari masjid dan mendengar ada keributan.
“Tiba-tiba dia tertembak, padahal dia juga tidak tahu persoalannya, karena yang ribut itu orang lain dan kebetulan kami berjualan disitu,” imbuhnya.
Sementara itu, Iir Sugiarto didampingi Mustadi, selaku penasehat hukum korban mengatakan, bahwa selain membuat laporan tindak pidana penembakan.
Pihaknya juga melaporkan Brigpol Ip, yang merupakan oknum anggota Satuan Sabhara Polres OKI tersebut ke Bid Propam Polda Sumsel.
“Kami mohon kepolisian dapat bersikap adil dan menuntaskan kasus ini secepatnya. Karena sepertinya kasus penembakan ini tidak berjalan,” ucap Iir.
Padahal, Iir melanjutkan, terduga pelaku penembakan yang menewaskan Ridwan sudah diketahui dan setelah kejadian juga sudah menyerahkan diri serta senjata apinya ke petugas Satlantas.
“Tapi kenapa sampai sekarang tidak ada penyelesaian. Satu hal lagi bahwa korban ini bukan lah pemalak, bisa dibuktikan jika ia memang punya warung di lokasi kejadian,” tandasnya.
Iir menambahkan, pihaknya juga telah melayangkan surat ke Kapolda Sumsel dengan harapan kasus ini dapat menjadi atensi untuk segera diselesaikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ridwan ditemukan terkapar dengan luka tembak pada bagian dada di simpang Macan Lindungan, Jalan Sukarno Hatta Palembang pada 22 Juli lalu.
Setelah kejadian diketahui bahwa korban ditembak oknum anggota kepolisian yang melintas di lokasi kejadian dengan mengendarai truk. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.