Bhintan Shalawat

Peneliti Harus Presentasikan Hasil Kemajuan Penelitian ke Tim Reviewer

JAKARTA, koranindonesia.id – Bagi peneliti yang hasil penelitiannya tidak memberikan kemajuan atau tidak sesuai proposal, maka 30% dari hibah di bawah kerangka Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk riset dan pengabdian kepada masyarakat di 2019 tidak akan diberikan oleh pemerintah.

Hal ini langsung diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati saat diwawancarai, Jumat (8/03/2019) sore. Dikatakannya, terkait hibah itu, pemerintah akan memberikannya kepada peneliti dalam dua tahap yakni tahap pertama sebesar 70% dan tahap kedua sebesar 30%.

“Kalau tidak memenuhi 70% yang sudah dibayarkan harus dipertanggungjawabkan, dan 30%- nya tidak di-‘deliver’ (diberikan) tapi, kalau memenuhi persyaratan atau sesuai dengan proposalnya nanti 30% itu diberikan karena pembayarannya dua kali, 70% dan 30%,” jelasnya

Ditambahkannya, pemerintah mengucurkan pendanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk riset dan pengabdian kepada masyarakat di 2019 ini sebesar Rp1,52 triliun bagi para peneliti. Total Rp1,52 triliun tersebut terdiri dari dana penelitian sebesar Rp1,39 triliun dengan jumlah judul penelitian sebanyak 16.253 judul, dan dana pengabdian kepada masyarakat sebesar Rp133,85 miliar dengan jumlah judul sebanyak 2.281 judul.

Untuk memastikan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat itu membuahkan hasil, dia mengatakan setelah ada kontrak kerja sama dengan para peneliti, maka akan ada tim yang juga sebagian besar berasal dari kalangan mitra bestari atau “reviewer” untuk melakukan pengawasan dan evaluasi.

“Jadi apakah yang dilakukan sesuai dengan proposal atau tidak, akan dilakukan pengawasan dan evaluasi,” terangnya

Selain itu, sekitar Oktober atau November 2019, para peneliti harus mempresentasikan atau mempertanggungjawabkan hasil atau kemajuan penelitian kepada tim “reviewer”.

Diakuinya kalau tidak sesuai, maka akan tidak di-‘deliver’ sisanya, tapi kalau sesuai nanti di tahun berikutnya dia bisa melanjutkan di tahun kedua dengan skema multiyears (tahun jamak).

“Tapi kalau tidak sesuai dia di-‘cut’ dari program multiyearsnya (tahun jamak),” pungkasnya

Begitu peneliti telah ditetapkan mendapatkan hibah tersebut, maka mereka secara reguler mengunggah kemajuan penelitiannya di sistem informasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan unggahan itu menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi yang dikontrol oleh “reviewer”. “Untuk memastikan hasilnya seperti dalam proposal penelitian yang telah disetujui,” tandasnya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.