Banner sumsel

Pencuri Kandang Anjing Ditembak, Satu Patah Kaki

PALEMBANG, koranindonesia.id – Angga (39) warga Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) III, Palembang, hanya bisa menahan rasa sakit akibat betis kaki kirinya diterjang timah panas petugas dari Satreskrim Polresta Palembang Unit Hunter. Saat ditangkap di kawasan jalan Bambang Utoyo, Rama Kasi II, Rabu (17/10/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara rekannya Iksan (49) hanya bisa menahan rasa sakit, setelah kakinya patah saat melompat dari atap rumahnya ketika hendak ditangkap petugas di kawasan Universitas IBA.

Keduanya ditangkap petugas, karena telah melakukan aksi pencurian rumah kosong milik Paulus Dutajati Suwandi (33) warga Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT III, Selasa (3/7/2018) lalu, sekitar pukul 08.00 WIB, yang laporannya diterima Mapolresta Palembang, keduanya melakukan aksi pencurian kadang anjing di rumah korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara ketika dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya membenarkan, pihaknya berhasil mengamankan kedua tersangka. “Ya benar kedua tersangka AG dan IK berhasil kita amankan,” katanya saat dikonfirmasi diruang kerjanya Rabu (17/10/2018).

Dilanjutkannya, tersangka AG terpaksa diberikan tindakan tegas karena berusaha kabur saat akan ditangkap, sementara tersangka IK melompat dari atap rumahnya saat akan ditangkap hingga membuat kakinya patah.

Selain mengamankan kedua tersangka, sambung Yon. Pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa, kandang anjing besi seharga Rp5 juta, pintu besi seharga Rp1 Juta, 1 besi behel ukuran 12 seharga Rp1,5 juta, 1 alat serut seharga Rp500.000, 1 mesin profil kayu seharga Rp800.000, dan setengah kubik papan kayu meranti seharga Rp1,5 juta.

“Atas ulahnya kedua tersangka akan kita kenakan pasal 363 KHUP  tentang pencurian, dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegas Yon.

Sementara kedua tersangka mengakui perbuatannya yang telah melakukan aksi pencurian di rumah korban.

“Berdua Pak, kami lihat rumahnya kosong dan kami rusak pagar lalu mencuri barang-barang yang ada diluar rumah tersebut,” aku keduanya.

Dari hasil pencurian, lanjutnya. Mereka baru berhasil menjual kandang anjing dengan harga Rp 300 ribu. “Uangya kami bagi dua Pak, dan sudah habis unuk keperluan sehari-hari beli rokok,” pungkasnya.

(anl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.