Bhintan Shalawat

Pemuka Agama di Solo Raya Larang Tempat Ibadah Dipakai Kampanye Terselubung

SOLO, koranindonesia.id – Sejumlah spanduk yang melarang tempat ibadah dijadikan ajang kampanye politik terselubung terpasang di sejumlah kawasan Kota Solo.

Tak hanya di kawasan Masjid, tempat ibadah lainnya seperti Gereja, Pura hingga Klenteng juga ikut dipasang spanduk larangan kampanye.

Takmir Masjid Abi Al Maghfur Kerten, Rahmad Hartanto mengaku, melarang kegiatan dalam bentuk apapun yang berbau politik praktis.

Masjid adalah tempat menjalankan ibadah bukan tempat kampanye. Sangat tidak pantas kalau menjadikan masjid sebagai tempat kampanye. Dia pun mengajak pada semua takmir masjid di Solo untuk bisa bersama-sama menjaga kesucian tempat ibadah.

“Kami berkomitmen menjaga kesucian masjid. Jangan sampai menodai tempat ibadah untuk tujuan politik praktis,” terangnya, Sabtu (9/3/2019) siang.

Terpisah, Ketua Parisade Hindu Darma Indonesia (PHHI) Kota Solo, Ida Bagus Komang Suarnawa juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Pura digunakan untuk persembahyangan, baik harian maupun mingguan serta juga setiap 15 hari sekali di bulan purnama, kemudian Hari Raya Galungan, Kuningan, Nyepi dan ibadah lainnya. “Dan kami tegaskan pure tidak boleh digunakan apapun selain persembahyangan,” tandasnya.

Sementara itu, Pendeta Paulus Purwoko dari Gereja Baptis Injil Sepenuh (GBIS) Wahyu Sejati Girimulyo, Ngargoyoso yang juga sebagai anggota FKUB Kabupaten Karanganyar menolak pemakaian gereja dan rumah ibadah kristen sebagai ajang kampanye dan kegiatan politik praktis.

“Kami mendukung pemilu yang digelar pada 17 April 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden serta memilih wakil rakyat agar berjalan aman, lancar, kondusif dan sukses,” katanya.

Adapun pantauan di lapangan, di sejumlah tempat ibadah yang dipasangi spanduk berisikan larangan kampanye diantaranya di Masjid Al-Falah Serengan, Masjid Fatah Mojosongo, Klenteng Poo An Kiong Coyudan, di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baki, Sukoharjo serta tempat ibadah lainnya.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.