Pemprov Sumsel Terima Donasi 300 Buku “The Power Of Etiquette” dari Lembaga Pendidikan Carissa

PALEMBANG,koranindonesia.id-Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat sumbangan 300 Buku “The Power Of Etiquette” dari Lembaga Pendidikan Carissa, donasi buku diterima Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan disaksikan langsung Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi di Griya Agung Palembang, Jumat (10/5/2019) malam.

Buku-buku tersebut nantinya akan didistribusikan ke seluruh Ruang Publik, Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Universitas yang ada di Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru dikesempatan tersebut menuturkan, buku “The Power Of Etiquette” diyakini akan memberikan efek positif bagi pembaca dalam mengaktuliasikan tatakrama dan etika yang baik dengan sesama. Dia juga mencontohkan sebagai seorang pemimpin untuk urusan etiket sudah tertanam sejak dari awal bahkan semenjak kecil sehingga dengan faktor etiket ini juga diantaranya yang membawanya menjadi seperti saat ini yakni Gubernur Sumsel.

“Manajamen penyampaian harus benar, sebab etiket tidak hanya bermanfaat bagi diri tapi bagi suku, bangsa dan negara. Walaupun tidak berlaku disemua tempat namun harus ada penyesuaian. Yang terpenting memiliki cara atau sikap yang dibarengi dengan body language,” imbuhnya.

Sebagai Gubernur Herman Deru berjanji akan menyebarkan Buku “The Power Of Etiquette” tersebut, dengan harapan masyarakat Sumsel tetap terkenal dengan caranya.

“Terimakasih telah menjadikan pemikiran banyak orang menjadi ringkas seperti ini, minimal seluruh pegawai Pemda harus punya buku ini,” ungkapnya.

Dia juga mengaku senang dan menyampaikan ucapan terima kasih, Lebih jauh dikatakan Herman Deru, Etiket harus dimulai dari organisasi terkecil yakni pada keluarga.

“Mudah-mudahan apa yang ibu Sri Rahayu Suroso lakukan, Insya Allah akan betul-betul bermanfaat untuk kita semua,” tambahnya.
Sementara Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi menambahkan, etiket adalah roh dari emotional quotient (kecerdasan emosional) dimana akan memberikan peran lebih banyak dari keberhasilan setiap individu.

“Jadi bagaimana kita memilih satu tutur kata, sikap, dan bahasa tubuh secara tidak langsung terpatri dalam orang yang ada disekitar kita” tuturnya.

Dikatakan Menhub, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menginginkan perubahan sumber daya manusia yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu pula menurutnya, etiket dan IQ akan memotivasi setiap individu untuk berbuat lebih baik.

“Etiket ini benar-benar penting dan InsyaAllah, Allah juga meridhoi kalau kita melakukannya dengan baik. Terimakasih Pak Gubernur yang telah memberikan respon sangat baik, semoga buku ini memberikan arti bagi kita semua,” tambahnya.

Sementara itu Sri Rahayu Suroso dari Lembaga Pendidikan Carissa menegaskan manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan orang lain. Karena itu butuh sikap dan cara bergaul yang baik. Etiket sangat berperan dalam kehidupan sosial.

“Pada dasarnya ketika kita melakukan sesuatu yang baik, itu sebenarnya kita berbuat baik untuk kita sendiri. Etiket atau tatakrama juga untuk mengatur etitude” tandas Sri Rahayu Suroso.(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.