Banner Pemprov Agustus

Pemprov Kembangan Disain dan Corak Kain Khas Sumsel

 

PALEMBANG,koranindonesia.id– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Dekranasda  Sumsel mengadakan pelatihan pengembangan desain sandang khas Sumsel bagi Industri Kerajinan Kecil dan Menengah (IKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk kepedulian Pemprov dan Dekranasda Sumsel  terhadap IKM Sandang di Sumsel dibuka oleh Sekda Sumsel SA Supriono bertempat di Kriya Sriwijaya, Senin (10/10).

Dalam arahannya Gubernur Sumsel H Herman Deru yang diwakili Sekda mengungkapkan Sumsel memiliki banyak produk kerajinan sandang yang khas berupa kain yang memiliki nilai esetetika tersendiri.

 

Karena itu   Pemprov bersama  Dekranasda mengajak para pelaku IKM melakukan pengembangan  dan pelestarian desain dan produk kerajinan sandang khas Sumsel tersebut.

“Untuk melestarikan kekayaan seni Sumsel ini. Kita terus melakukan upaya salah satunya promosi agar  produk Sumsel seperti kain songket dan jumputan tetap lestari dan  dipakai oleh masyarakat banyak,” kata Supriono.

Menurut Supriono, melestarikan produk khas Sumsel merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Dalam melestrikan kerajinan dan kain-kain khas daerah ini tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja namun ini adalah tanggung jawab semua pihak,” tuturnya.

 

Sementara itu Sekretaris Dekranasda Sumsel, Yani Laili melaporkan  kegiatan pelatihan IKM  tersebut berpedoman pada surat Plh Kepala Dinas Perindustrian Prov. Sumsel Nomor :/Dekran.SS/III/2022 tentang Pelatihan Pengembangan Desain Sandang Khas Sumsel Tahun 2022.

“Kegiatan ini  bertujuan meningkatkan kemampuan mendesain fashion bagi SDM pada bindang Industri Kerajinan Sandang di  dengan mempedomani surat Plh. Kepala Dinas Perindustrian,” katanya.

Dia menyebut pelatihan kali ini dengan tema “Krita Sriwijaya Fashion Incubation” kegiatan pelatihan tersebut telah menghadirkan 2 orang desainer ternama di Sumsel yakni Siung-siung dan Brilianto untuk berbagi pengetahuan desain dan membimbing para peserta selama kegiatan pelatihan berlangsung.

Yani laili juga menambahkan  peserta kegiatan pelatihan itu diikuti oleh 20 orang pesera yang merupakan perwakilan IKM Sandang di Kota Palembang.

“Hasil pelatihan tersebut nantinya akan ditampilkan dalam bentuk Fashion Show pada Acara Palembang Fashion dan Food Festival (PF3) Tahun 2022 di Atrium Palembang Indah Mall pada November mendatang,” tandasnya. (Ril)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.