Banner sumsel

Pemkot Santuni 66 KK Korban Bencana

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada 66 kepala keluarga (KK) korban bencana kebakaran dan angin puting beliung. Korban kebakaran dan puting beliung masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar Rp2.750.000.

Bantuan secara simbolis diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Drs H Harobin Mustofa, Selasa (26/6/2018) di Balaikota Palembang. Hadir pada penyerahan tersebut Asisten I Kota Palembang K Sulaiman Amin dan para camat serta lurah.

Sekda Kota Palembang Drs H Harobin Mustofa mengatakan, bantuan tersebut jangan dilihat dari berapa besaran yang diterima. Namun harus dimaknai sebagai kepedulian untuk saling menolong.

“Kita tidak mengharapkan kejadian ini, tetaplah ikhlas dan tawakal. Yakinlah ada hikmah dibalik musibah yang kita hadapi, semoga Allah melipatgandakan rezeki bagi yang tertimpa bencana,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, Pemkot Palembang terus berupaya mendorong masyarakat untuk sejahtera. Pemerintah Kota Palembang memiliki program bedah rumah untuk membangub tempat tinggal warga agar menjadi layak huni.

Sementara di Ogan Ilir korban kebakaran rumah di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan menerima bantuan dari Dinas sosial Pemerintah Kabupaten  Ogan Ilir.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Zulperi mewakili Kepala Dinas Sosial, Eriyadi mengatakan, hari ini pihaknya terjun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan kepada korban yang tertimpa musibah kebakaran rumah.

Bantuan yang diberikan berbagai macam, mulai dari peralatan kesehatan, makanan cepat saji, karpet, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya.

“Kami harapkan dengan bantuan yang Pemkab Ogan Ilir berikan ini, dapat sedikit mengurangi kesedihan dan beban korban yang terkena musibah kebakaran” ujar Zulperi kepada koranindonesia.id disela-sela pemberian bantuan.

Pihaknya berharap agar masyarakat yang ada di Kabupaten Ogan Ilir untuk lebih berhati–hati. Apalagi saat meninggalkan rumah.

“Dan semoga kejadian serupa tidak lagi terjadi di Kabupaten Ogan Ilir,” harapnya.

Zulperi menyinggung lambannya kesigapan pemerintah desa setempat untuk membuat permohonan bantuan ke Instansinya, sehingga bantuan yang seharusnya bisa cepat pihaknya berikan, namun terhambat oleh kelalaian kepala desanya.

“Kedepan, kekurangan kepala desa ini bisa dijadikan contoh bagi kades lainnya agar jangan lah terulang lagi. Jika ada warga yang terkena musibah, seharusnya disegerakan mungkin melapor dan membuat surat permohonan kepada kami, agar cepat ditindaklanjuti pemberian bantuannya, sehingga masyarakat korban cepat mendapatkan bantuan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Batu Dasri  mengatakan, setelah mengetahui kejadian kebakaran tersebut, dirinya langsung melaporkan kepada Dinas Sosial sendiri, katanya, langsung meminta juga Baznas dan BPDB Ogan Ilir untuk turun ke lapangan memberikan bantuan.

Marjan (48) Kepala Keluarga korban kebakaran yang menerima bantuan sangat berterima kasih kepada Dinsos dan Pemkab Ogan Ilir yang akhirnya mengucurkan bantuan kepada dirinya.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Sosial, Baznas Ogan Ilir, Anggota DPRD Sumsel Hardi Sopuan, Adik-adik Mahasiswa Ogan Ilir dan masyarakat Desa Tanjung Laut yang telah menyalurkan bantuannya,” ucap Marjan sesaat setelah menerima bantuan. Dikatakan Marjan, bantuan uang yang ia terima akan digunakan untuk membangun kembali rumah miliknya. (sen/snd)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.