Pemkot Palembang Jajaki Layanan Call Center 112

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemerintah Kota Palembang melakukan penjajakan penerapan program aplikasi layanan call center 112. Call Center 112 merupakan layanan emergency call yang terkoneksi dengan beberapa instansi penyelenggara layanan kegawatdaruratan.

Sekda Kota Palembang Drs Harobin Mustofa mengatakan, Pemerintah Kota Palembang mendukung adanya call center 112. Keberadaannya harus dikoordinasikan dengan rumah sakit, polisi, pemadam kebakaran serta instansi layanan masyarakat lainnya.

“Layanan Call Center ini bagus sekali, apalagi Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games. Tinggal bagaimana call center ini nantinya mampu melayani panggilan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat,” ujarnya pada rapat di Ruang Rapat II Sekretariat Daerah Kota Palembang, Kamis (15/3/2018).

Perwakilan Jasnita selaku perusahaan penyedia program call center 112, Andy Fusri menjelaskan, layanan call center merupakan instruksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Khusus program call center 112 sendiri, telah diaplikasikan pada beberapa kota di Indonesia.

“Kelebihan 112 ini adalah tanpa pulsa dan sinyal di handphone aplikasi call center ini masih bisa digunakan. Untuk meningkatkan keamanan atlet dan official Asian Games, Palembang dipercepat pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Menurutnya, Call Center 112 sudah dilaksanakan di 10 kota di Indonesia yaitu Depok, Tangerang, Bandung, Batam, Balikpapan, Makasar, Bogor, Denpasar, Mataram, dan Surakarta. Jenis emergency call yang dilakukan tidak terbatas pada Polisi dan Rumah Sakit namun pada aplikasinya juga untuk layanan lainnya.

“Pernah ada emergency call untuk memindahkan sarang tawon dari lingkungan rumah. Segmennya ini layanan keamanan publik, tinggal pengembangan layanan apa saja yang dapat dilakukan,” ujarnya.

Pada tahap awal layanan call center 112 akan diarahkan kepada Polisi, Rumah Sakit, dan Pemadam Kebakaran.  (teja)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.