Banner Pemprov Agustus

Pemilu 2024, Keterbelahan Masyarakat Tidak Boleh Terjadi Lagi

JAKARTA, koranindonesia.id – Keterbelahan di tengah masyarakat imbas pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang lalu masih dirasakan hingga kini.

Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertekad bahwa jajaranya berupaya untuk mencegah terjadinya polarisasi pada pelaksanaan pemilu 2024 mendatang.

Orang nomor satu di kepolisian ini menyatakan, dampak polarisasi sangat buruk bagi keberlangsungan bangsa Indonesia ke depannya.

“Polarisasi ini tidak boleh lagi terjadi pada pemilu, pilpres, pileg, pilkada serentak 2024. Karena konflik sosial dan perpecahan tentunya menjadi kemunduran bagi bangsa Indonesia,” kata Sigit di laman Humas Polri, Selasa (5/7/2022).

Kapolri menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan sambutan di Hari Bhayangkara ke-76 di Akpol, Semarang.

Komitmen Polri dalam upaya mencegah polarisasi ini, kata Sigit, sudah ditunjukan  dalam tema kegiatan Hari Bhayangkara dengan mengusung tema persatuan dan kesatuan.

Disamping itu, saat menerima audiensi Ketua Dewan Pers beserta jajaran, Kapolri sepakat bahwa peran pers harus dimaksimalkan dalam upaya mencegah adanya polarisasi yang dapat memecah belah persatuan.

“Terkait juga dengan hal-hal yang saat ini dilaksanakan oleh Polri yang biasa dikenal dengan cooling system untuk mencegah terjadinya polarisasi yang akan memecah belah persatuan anak-anak bangsa yang biasanya muncul karena penggunaan politik identitas pada saat pemilu,” kata Sigit ketika menerima audiensi Dewan Pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022) lalu.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.