Banner sumsel

Pemilik Gudang Diberi Waktu Sepekan, Setop Truk Melintasi Jalan Protokol di Palembang

PALEMBANG, koranindonesia.id – Berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Palembang, truk kontainer pengangkut barang sedianya, tidak lagi dibolehkan melintasi jalan protokol yang ada di wilayah Kota Palembang, terhitung sejak masa uji coba mulai 12 November 2018, lalu.

Meski demikian, hingga kini pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, masih memberikan batas waktu hingga sepekan kedepan, bagi para pemilik gudang untuk menaati aturan tersebut, dan jika membandel, sanksi berat siap dijatuhkan Pemkot kepada pelanggar.

Kepala Dishub Kota Palembang Kurniawan menyebutkan, sejak dilakukan uji coba pada 12 November lalu, Dishub terus menggencarkan sosialisasi dan berjanji akan memberikan tindakan tegas, jika masih menemukan kendaraan-kendaraan dengan tonase besar tersebut, memaksakan diri melintas di jalan-jalan protokol dalam Kota Palembang, terutama saat  siang hari.

Deadline sepekan yang diberikan Dishub Kota Palembang kepada para pemilik gudang itu diharapkan Kurniawan, dapat dimengerti dan dipatuhi para pihak yang berkepentingan. Sebab diakuinya lagi, selama ini masih banyak pemilik gudang tetap bersikeras memerintahkan sopir kendaraan bertonase besar ini melintasi jalan-jalan protokol di Kota Palembang, meski pada waktu-waktu terlarang.

“Seperti beberapa hari lalu, kamu masih mendapati sekitar 200 kendaraan melintas di Jalan MP Mangkunegara. Kita beri waktu satu minggu kepada pemilik gudang, untuk mensosialisasikan ini, jika tidak sanksi berat menunggu,” ujar Kurniawan, kepada wartawan, Minggu (20/11/2018).

Kurniawan mengatakan, larangan melintas bagi kendaraan angkutan seperti kontainer maupun angkutan barang diatas 8 ton adalah harga mati, untuk itu, pihaknya akan mengerahkan seluruh petugas dari Dishub Kota Palembang, untuk menjaga akses jalan yang terlarang bagi kendaraan angkutan barang bermuatan besar.

“Kita cegat mereka agar tidak masuk. Dimana, kami kerahkan petugas seperti di Parameswara dan titik-titik lain, agar mereka menggunakan jalur sesuai ketentuan aturan baru,” paparnya.

Seperti diketahui, mobil angkutan bertonase besar ini dilarang melintas di jalan-jalan protokol dalam Kota Palembang, mulai dari jam 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Saat ini beberapa rambu-rambu baru terkait larangan tersebut, telah dipasang.

Mobil angkutan barang boleh melintas keluar dari kawasan Pelabuhan Boom Baru melalui Jalan Residen Abdul Rozak pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB, tapi dilarang melintas masuk ke dalam kota mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Terkait uji coba tersebut, ada delapan ruas jalan yang tidak diperbolehkan dilintasi kendaraan bertonase besar ini, yaitu Jalan Parameswara, Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Basuki Rahmat, Jalan R Sukamto, Jalan Residen A Rozak, Jalan RE Martadinata, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Nur Amin.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.