Banner sumsel

Pemerintah Telah Banyak Membangun Infrastruktur, Prabowo: Infrastruktur Belum Efisien

JAKARTA, koranindonesia.id – Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah telah membangun banyak infrastruktur mulai dari jalan, pelabuhan, hingga bandara dalam empat tahun terakhir.

Ditambahkan Jokowi, dalam empat tahun ini telah dibangun banyak sekali jalan tol, pelabuhan baru maupun pengembangan, bandara baru maupun pengembangan.

Dikatakan Jokowi, bahwa pembangunan berbagai infrastruktur tersebut merupakan komitmen pemerintah agar konektivitas antar pulau dan kota tersambung dengan baik.

“Dengan demikian mobiltas orang dan barang semakin cepat dan tepat. Daya saing kita tanpa membangun infrastruktur ini, lupakan,” ungkapnya dalam paparan Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Menurut Jokowi kedepan dirinya, akan konsisten membangun berbagai infrastruktur demi konektivitas selain pembangunan sumber daya manusia.

Hal ini dikatakan Jokowi, saat tanggapan atas pertanyaan pertama debat terkait laporan Global Competitiveness Reports yang menyatakan, aspek infrastruktur Indonesia menempati urutan ke-71 dan diindikasikan salah satunya oleh rendahnya kualitas jalan.

Pernyataan Jokowi ini ditanggapi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, dengan menyebutkan, pembangunan infrastruktur pemerintah tidak efisien.

Menurutnya banyak infrastruktur dibangun dengan tergesa-gesa tanpa kelayakan yang benar, sehingga banyak infrastruktur yang tidak efisien

“Saya kira pembangunan infrastruktur pemerintah tidak efisien, inilah yang menjadi program kami bila terpilih nanti,” kata Prabowo dalam pemaparan Debat Capres Kedua.

Tanggapan itu langsung disanggah Jokowi, dengan mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukannya sudah melalui studi kelayakan.

“Kalau tadi Bapak Prabowo sampaikan bahwa studi kelayakan itu tidak ada, maka itu tidak benar, karena infrastruktur ini telah direncanakan sejak lama,” tandasnya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.