Banner sumsel

Pemerintah Tekan Harga BBM Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2019

JAKARTA,koranindonesia.Id-Pemerintah akan menekan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan angkutan transportasi mudik selama libur Natal dan Tahun Baru 2019 dan menjamin terkait kelancaran laju transportasi selama masa libur nasional tersebut berlangsung.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya upayakan tekan harga BBM, sejauh tidak melampaui batas bawah dan batas harga yang ditetapkan. Kalau persiapan liburan, dua sektor yang paling krusial lewat udara dan darat, khususnya mudik,  Dishub sudah mengatur kapan libur dan sebagainya dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat juga sudah membuat konsepnya terkait hal itu,

“Untuk memastikan target komitmen tersebut terlaksana secara optimal, Kementerian Perhubungan rencananya akan mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan terkait pekan depan,” ungkapnya usai mengisi sambutan dalam acara Forum Komunikasi Kelitbangan Kementerian Perhubungan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Budi menjelaskan Kementerian Perhubungan bersama Go-Jek dan Queenrides serukan pentingnya keselamatan berkendara melalui kegiatan safety riding workshop di hadapan para mitra driver Go-Jek. Satu program dari Queenrides bersama Go-Jek tentang safety. Safety itu penting sekali untuk dikampanyekan, dipikirkan, dilakukan sehingga angka kecelakaan itu turun.

“Kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi langkah kecil untuk memulai kampanye keselamatan berkendara terhadap perempuan dengan skala yang lebih massif lagi,” terangnya.

Sedangkan, Chief Public Policy and Goverment Relations Go-Jek Shinto Nugroho mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Go-Jek terhadap prinsip keselamatan berkendara. Sejak awal telah menjadi komitmen Go-Jek untuk terus mengedepankan keselamatan dan keamanan mitra driver serta penumpang.

“Pelatihan keselamatan berkendara yang kami adakan bersama Kemenhub dan Queenrides ini merupakan bentuk komitmen tersebut,” tegasnya.

Pelatihan ini juga bertujuan untuk menghilangkan keraguan penumpang terhadap kemampuan driver perempuan. Apalagi driver berdasarkan data internal Go-Jek, cancellation rate mitra driver perempuan lebih tinggi 2,7% ketimbang driver laki-laki. Artinya driver perempuan lebih sering mendapatkan cancel dari penumpang.

“Persepsi seperti ini bisa berpengaruh pada kesempatan mitra driver perempuan dalam mendapatkan pendapatan. Padahal mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni dalam mengendarai motor dengan aman serta menjaga keselamatan penumpang,” tandasnya.

Setidaknya, pelatihan ini diikuti oleh 100 mitra driver perempuan Go-Jek. Melalui pelatihan ini para peserta akan mendapatkan pemahaman terkait keselamatan berkendara dan pemakaian atribut saat berkendara. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.