Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Pemerintah Targetkan 5 Juta ‘Backlog’ Rumah pada 2024

Jakarta,koranindonesia.id-Selisih antara kebutuhan dan persediaan perumahan atau backlog, terus bertambah setiap tahunnya di Indonesia. Pemerintah pun menargetkan penurunan angka backlog menjadi 5 juta pada 2024, yang membutuhkan anggaran sebesar 780 triliun rupiah, baik dari APBN maupun swasta.

Untuk itu, diperlukan dukungan dari pemangku kepentingan di sektor perumahan, termasuk Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI).

“Terlebih menurut informasi yang saya peroleh, mayoritas anggota APERSI saat ini merupakan pelaku utama dalam penyediaan perumahan sederhana, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan perumahan nasional,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin ketika membuka  Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI APERSI secara virtual, dari Kediaman Resmi di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Lebih lanjut, Wapres mengimbau agar industri properti syariah ikut dikembangkan, seiring dengan perkembangan industri perbankan syariah nasional bersama lembaga keuangan syariah lainnya.

Hingga akhir tahun 2020, aset industri jasa keuangan syariah telah mencapai 1.802,86 triliun rupiah. Oleh karena itu, APERSI beserta pengembang perumahan lainnya diharapkan dapat menggali dan mengembangkan potensi pengembangan properti dengan pembiayaan syariah sebagai upaya mewujudkan pemenuhan perumahan bagi masyarakat di Indonesia.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menyatakan, pemerintah terbuka menerima masukan dari berbagai pihak guna menyediakan perumahan yang layak dan nyaman bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), baik untuk sektor formal maupun informal.

Ia juga berharap Munas ke-VI APERSI menghasilkan pemikiran-pemikiran yang mencerahkan demi terwujudnya Kebutuhan perumahan di Indonesia.

“Semoga Munas ke-VI APERSI berjalan dengan baik, serta dapat merumuskan ide-ide, terobosan-terobosan, dan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan pembangunan perumahan di tanah air,” pungkasnya.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.