Banner Pemprov 17 Agustus

Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat Muba Wajib Kolaborasi Cegah Karhutla

SEKAYU, koranindonesia.id – Langkah antisipasi pencegahan dan pengendalian bahaya Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan Pemkab Muba.

Apalagi ini sudah merupakan kegiatan rutin tahunan yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) terkait di Muba, Sumatra Selatan (Sumsel). Untuk itu, Pemkab Muba, FKPD, dan perusahaan yang berdomisili di Muba menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Khusus Karhutla 2019 bersama BMKG Sumsel, BPBD Sumsel, Dinas Kehutanan, seluruh Camat, KPHP, dan Manggala Agni di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (14/3/2019).

Dalam kesempatan ini Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menjelaskan, bahwa berdasarkan informasi dari BMKG Sumsel, pada April mendatang, tingkat hujan diperkirakan akan menurun, dan diprediksi menjadi awal musim kemarau, yang dimulai pada minggu terakhir Mei mendatang. Untuk itulah menurutnya, perlu dilakukan rakor pencegahan dan pengendalian bahaya Karhutla ini, untuk menyamakan persepsi strategi penanganan, meningkatkan sinergitas, dengan seluruh pemangku kepentingan, dan mencari solusi yang efektif dalam penanganan karhutla. “Kita sudah sangat sadar bahwa Muba ini adalah daerah yang sangat rentan terjadi Karhutla, karena daerah kita termasuk daerah gambut dan sangat rawan kebakaran hutan. Untuk itulah, kita perlu bersinergi dan mencari solusi menanggulangi bencana tahunan yang melanda Muba ini,” kata Beni Hernedi.

Beni menambahkan, dalam mencegah pengendalian Karhutla tersebut, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan perlu peran serta dunia usaha terutama dari perusahaan perkebunan dan kehutanan yang ada, termasuk kesadaran segenap masyarakat Muba, untuk mewaspadai potensi kebakaran yang mungkin muncul pascamusim kemarau dengan tidak membakar lahan.

“Kami di level FKPD konsen mencegah Karhutla terjadi di Muba, untuk itu saya minta para Camat dan Forkompincam di lapangan, serta perusahaan di Muba, wajib mengantisipasi dan mendukung penanggulangan Karhutla, dengan segera melakukan revitalisasi kembali kelompok masyarakat peduli api beserta posko-poskonya, membuat sekat kanal, sumur bor, dan memenuhi sarpras Karhutla,” papar Beni.

(FOTO/HUMAS PEMKAB)

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Muba Indita Purnama dalam laporannya menyebutkan, untuk mendukung pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan, kebun dan lahan di Kabupaten Muba, pihaknya telah menyiapkan 133 orang Satgas TRC khusus pencegahan dan pengendalian Karhutla berserta peralatan yang lengkap.

Adapun upaya yang dilakukan BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan Kelompok Tani Peduli Api dalam pencegahan dan pengendalian Karhutla antara lain, patroli dan sosialisasi mandiri, memaksimalkan penjagaan pos pantau, desa tangguh bencana, upaya tindakan hukum, pengawasan perusahaan, dan bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

“Upaya pencegahan dan pengendalian kami di lapangan seringkali terkendala sulitnya akses ke lokasi, terbatasnya sumber air, terbatasnya kemampuan pemadaman di malam hari dan masih adanya kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Tetapi kita secara tupoksi akan mensosialisasikan dan segera menindaklanjuti hasil keputusan kegiatan hari ini,” pungkas Indita.

Sementara itu, Kapolres Muba Muba AKBP Andes Purwanti SE MM mengatakan, kebakaran yang terjadi tiga tahun terakhir, telah jauh berkurang dibanding 2015 silam, yang sampai menyebabkan kabut asap hingga ke negara tetangga. Kebakaran yang terjadi tahun lalu diakibatkan dari alam sendiri (suhu panas) bukan dari masyarakat. “Pengendalian sudah bisa kita lakukan, namun kita perlu memikirkan solusi bagaimana cara masyarakat membuka lahan tanpa membakar,” tandasnya.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.