Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Pemerintah Harus Prioritaskan Perlindungan Terhadap Dokter

Jakarta,Koranindonesia.id-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merilis 80 nama dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan terhadap dokter dan tenaga kesehatan. Jika tidak, ia meyakini bangsa ini mengalami kerugian besar di masa depan.

“Tenaga medis harus terlindungi dengan aman dalam menjalankan tugas di masa pandemi. Sebab mereka bekerja di zona yang rentan penularan. Kita tidak ingin ada tenaga medis yang terpapar atau gugur akibat prosedur penanganan Covid-19 yang kurang standar,” kata Netty baru-baru ini.

Netty melanjutkan, jumlah dokter yang dimiliki bangsa Indonesia kurang dari 200 ribu orang. Jumlah tersebut masih belum sepadan dengan jumlah penduduk indonesia. Jika kebijakan perlindungan terhadap dokter tidak efektif, bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami krisis dokter dan tenaga medis.

Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan jumlah dokter paru di Indonesia, yakni 1.976 orang. Dengan jumlah tersebut, kata dia, satu dokter paru harus melayani sekitar 245 ribu warga. “Semua pihak harus terlibat melindungi dokter dan tenaga medis sebagai aset bangsa yang berharga. Diawali dengan disiplin semua orang dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak fisik,” kata Netty.

Legislator Fraksi PKS itu  meminta   agar pemerintah membuat kebijakan perlindungan terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan. “Dan ditindaklanjuti dengan implementasi konkrit di lapangan, seperti kepastian tersedianya alat pelindung diri yang standar dan layak di setiap tingkat pelayanan kesehatan,” tandasnya.(DPR-RI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.