Banner sumsel

Pemerintah Harus Cari Dana Bencana di Annual Meeting IMF-World Bank

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengaku senang dengan berubahnya pandangan Presiden Jokowi terhadap lembaga internasional, seperti International Monetary Fund (IM) dan World Bank.

Terbukti Indonesia tetap melaksakan acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali.

“Presiden Jokowi menelan ludahnya sendiri sekaligus juga membuka mata publik, bahwa ketika Konferensi Asia Afrika, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa IMF dan World Bank adalah institusi keuangan internasional yang sudah usang dan tidak perlu dipakai lagi untuk negara-negara ekonomimya yang tertinggal,” kata Arief dalam acara Dialektika Demokrasi  ‘Miliaran, Dana Annual Meeting IMF Darimana?’ di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Arief sendiri termasuk yang mendukung penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank. “Acara yang sudah diagendakan sejak jaman pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ini tidak boleh dibatalkan. Karena akan bikin malu jika dibatalkan. Nanti disangka kita gak punya duit,” papar Arief.

Hanya Arief berharap, dari acara tersebut pemerintah bisa mendapatkan pendanaan yang murah untuk merehabilitasi daerah yang terkena bencana. Karena kalau hanya mengandalkan APBN, tentu akan sangat lambat untuk melakukan rehabilitasi.

“Kejar anggota IMF world bank itu bisa melihat keadaan daerah Indonesia yang terkena bencana. Pemerintah harus pintar menggalang dana. Tapi kalo cuma untuk hura-hura untuk gagahan-gagahan itu tidak ada gunanya,” tandas Arief.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.