Banner Pemprov Agustus

Pemerintah Didesak Sikapi Keluhan Soal Turunnya Kualitas Pertalite

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Pemerintah harus mengambil sikap tegas terkait keluhan masyarakat ihwal penurunan kualitas BBM Pertalite. Pemerintah jangan membiarkan begitu saja keluhan yang beredar.

“Harus diakui bahwa heboh penurunan kualitas Pertalite pasca kenaikan harga BBM bersubsidi belum selesai. Masih banyak warga yang melaporkan soal ini. Bahkan Netizen kembali diramaikan soal kabar BBM Pertalite disebut-sebut hanya memiliki kadar oktan atau RON 86, padahal seharusnya RON 90,” kata anggota Komisi VII DPR Mulyanto, kepada wartawan, Selasa (11/10/22).

Menurut Mulyanto, keski Pertamina maupun Pemerintah Cq. Dirjen Migas sudah menjelaskan dan menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap kualitas Pertalite ini, namun isu ini tidak mereda.

Untuk itu, pemerintah harus menelusuri, menganalisis dan mencari penyebab dugaan penurunan kualitas Pertalite tersebut secara kompehensif, agar masyarakat dapat memahami.

Jika tidak, maka yang muncul hanyalah keluhan ketidakpuasan terhadap sikap Pemerintah.

“Ini tentu tidak baik, apalagi di akhir-akhir masa Pemerintahan Presiden Jokowi dan memasuki tahun politik. Tidak bisa pemerintah defensif atau sekedar apologis dengan data-data hasil pengukuran kualitas Pertalite atau bahkan malah menyalahkan masyarakat. Pemerintah harus mendalami soal ini. Termasuk kemungkinan penyimpangan di tingkat depo atau SPBU,” tegas Mulyanto.

Politikus PKS ini menyatakan, pihaknya tengah melakukan penelitian secara mandiri. Namun memang hasilnya tidak bisa cepat didapatkan seperti di lembaga uji Pemerintah.

Sebelumnya, banyak dilaporkan masyarakat bahwa pasca kenaikan harga BBM bersubsidi terjadi dugaan penurunan kualitas BBM jenis Pertalite. Dilaporkan, BBM jenis ini berubah warna menjadi lebih cerah, boros dan akselerasinya lemah. Bahkan dilaporkan adanya dugaan, bahwa kualitas Pertalite lebih rendah dari Revvo-89, BBM non subsidi yang beroktan lebih rendah.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.