Pembunuhan Sadis PNS PU Direkonstruksi, Korban Dieksekusi di Dalam Mobil

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Aprianita (50), PNS Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian PUPR sempat diberi air minum dicampur obat tetes mata lalu dibunuh di dalam mobil sebelum jasadnya dikubur dan dicor dengan semen di TPU Kandang Kawat.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel yang diperankan oleh tersangka Mgs Yudi Tama Redianto (41) dan Ilyas Kurniawan (26) di beberapa lokasi berbeda, Senin (2/12/2019).

Selain Yudi dan Ilyas, reka ulang sebanyak 63 adegan itu diperankan petugas menggantikan dua pelaku lain yang kini masih buron, yakni Aci alias Nopi (DPO) yang mengubur dan mengecor jenazah korban dan Amir (DPO).

Pada adegan pertama, terlihat Yudi menjemput korban di rumahnya dengan menggunakan mobil jenis Toyota Innova. Di dalam mobil, Yudi menuangkan obat tetes mata ke air minum yang telah disiapkan pelaku.

Air minum itulah yang diberikan kepada korban, hinggaia hilang ke sadaran. Saat korban mulai tak sadarkan diri, Yudi menelpon Aci alias Nopi yang merupakan pamannya untuk merencanakan pembunuhan Aprianita.

Nopi lalu menelpon rekannya Ilyas serta satu teman pelaku lainnya yang saat ini sedang buron. Di dalam mobil itulah, Aprianita dihabisi secara sadis oleh para pelaku dengan cara dicekik oleh Ilyas.

Kemudian jenazah Aprianita dibawa ke TPU Kandang Kawat Palembang dan dikuburkan oleh Nopi serta untuk menghilangkan jejak, pelaku juga menutup tubuh korban dengan semen.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani mengatakan, ada dua informasi yang mereka dapat sebelum mengetahui lokasi penguburan. Informasi pertama dari masyarakat menyebutkan jika dikubur tak jauh dari lokasi pondok milik Nopi. Informasi kedua, didapatkan dari pengakuan Nopi sendiri yang saat ini sedang buron.

“Tersangka Yudi saat mengantarkan uang Rp1,3 juta untuk Nopi di TPU kandang kawat sempat bertanya. Dikubur dimana? (korban), lalu tersangka menujukkan disana (dibelakang pondok). Tersangka Nopi juga menelpon istrinya dan mengatakan jika dikubur di belakang pondok, sehingga langsung dilakukan penggalian,” kata Yustan saat menggelar rekontruksi di TPU Kandang Kawat Palembang.

Yustan menjelaskan, dari hasil rekontruksi serta pengakuan dua tersangka Yudi dan Ilyas, penyidik tak menemukan banyaknya perbedaan dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sehingga, dalam waktu dekat berkas perkara pembunuhan sadis tersebut akan dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk di sidang.

Sejauh ini, menurut Yustan, pihaknya baru mengamankan Yudi dan Ilyas (26). Sementara, dua pelaku lagi, Nopi dan Amir masih dalam pengejaran. “Foto kedua pelaku sudah disebar ke seluruh Polda untuk mempersempit ruang gerak mereka. Kami imbau lebih baik menyerahkan diri, karena akan kami cari sampai dapat,” tegas Yustan.

Atas perbuatan tersebut Yudi dan Ilyas dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. Sebab hasil pemeriksaan, pembunuhan itu telah direncanakan tersangka Yudi secara matang. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.