Pembobol Toserba Terbesar di Sragen Dibekuk, Berhasil Gasak Rp2,2 Miliar

SRAGENKoranIndonesia.id – Anggota Reskrim Polres Sragen berhasil membekuk tiga pelaku pembobol brankas  Toserba Luwes Sragen. Kawanan maling ini berhasil ditangkap, selang tiga hari usai melakukan aksinya pada Minggu (3/5/2019) lalu.

Informasi yang dihimpun, ketiga pelaku yakni Supriyanto alias Gendon (34) warga Dusun Dagen, Kelurahan Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar , Narwan Lusdiyanti alias Iwan (37) warga Desa Karang Mendeng, Kelurahan Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar dan Risang Gilang Purboyo (20) warga Dusun Suruh, Kelurahan Jetis Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, penangkapan pertama dilakukan terhadap Gendon saat berada di rumahnya. Dari penangkapan Gendon tersebut, dilanjutkan dengan penangkapan dua rekannya yang lain yakni Iwan dan Risang.

“Gendon dan Risang di tangkap di rumahnya di Karanganyar. Sedangkan, Iwan di tangkap di Banjar, Jawa Barat,” jelas Yimmy, Kamis (7/2/2019) siang.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ketiga pelaku menggunakan peralatan yang ada dalam toserba terbesar di wilayah Kabupaten Sragen itu untuk membobol brankas berisi uang tunai sebanyak Rp2,2 miliar. Para pelaku menggunakan bor, gergaji besi, tang, palu, obeng, sambungan kabel dan peralatan lainnya.

“Semua alat-alat itu ada di dalam toserba tersebut. Jadi, mereka membobbol brankas ukuran 15×15 cm,” jelas Yimmy.

Setelah berhasil menggasak uang tunai pecahan Rp100.000 itu, mereka kabur. Setelah tiga hari kabur, Polisi berhasil menangkap komplotan tersebut. Dari tangan mereka, berhasil diamankan uang tunai sebesar Rp1,2 miliar.

“Sebagian uangnya telah dipakai buat beli mobil, motor, bayar utang dan lain sebagainya,” ungkap Yimmy.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman dengan mengorek informasi siapa otak dibalik pembobolan tersebut.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dan diancam hukuman tujuh tahun penjara. (ALI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.