Banner sumsel

Pembebasan Lahan Fly Over TAA Menunggu Anggaran 2019

PALEMBANG,koranindonesia.id –  Lahan milik 10 warga yang terkena dampak pembangunan Fly Over simpang Tanjung Siapi-Api tepatnya sayap kiri jembatan dari Jalan Harun Sohar ke Kolonel H Burlian masih menunggu kajian ganti rugi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Hal ini disebabkan sebagian jalan dibelokan Jalan Harun Sohar ke arah Kolonel H Burlian itu lebarnya belum memenuhi persyaratan. Sebelumnya juga Balai Besar Jalan Nasional Wilayah V Sumatera Selatan menilai lebar jalan untuk jalan di bagian kiri ini lebarnya tujuh meter, namun yang tersedia saat ini hanya empat meter.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa mengatakan, lahan tersebut sudah dilakukan ganti rugi hanya sebatas teras bangunan. Namun nyatanya kurang dan harus ditambah paling tidak sekitar empat meter lagi.

Namun karena tahun ini anggaran sudah berjalan, maka pihaknya baru bisa menganggarkan pada 2019 mendatang. Sehingga untuk saat ini direncanakan akan segera dibayar hanya dana kerohiman saja dan pihaknya meminta KJPP dalam waktu pekan depan sudah menyelesaikan kajian harga.

“Dana kerohiman dulu, tanahnya tahun depan atau setidaknya pada anggaran perubahan tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satunya pemilik bangunan itu Kartini mengatakan, pada dasarnya pihaknya mendukung pembangunan pemerintah. Hanya saja ia meminta pemkot mengganti kerugian selama dua tahun terakhir. Pemkot saat ini belum menyebutkan ganti ruginya, hanya saja menurutnya lahan di kawasan itu pada 2004 saja permeter Rp2,5 juta.

“Selama dua tahun itu kan proses pembangunan, jalan rusak, sempit dan berdebu. Satu persatu penyewa toko kami ini pindah, sekarang mana ada yang mau jualan disana, sepi,” katanya usai mengikuti rapat dengan pihak pemkot di ruang rapat II Setda Kota Palembang, Kemarin (5/4).

Rusman pemilik lahan lainya, mengatakan  sudah lama memiliki toko di kawasan itu. Sehingga diharapkan ganti rugi dilakukan dengan tepat.

“Kita mintanya Rp12 juta permeter. Tapi masih menunggu kajian dari KJPP dulu. Pihak pemkot mengatakan tidak punya cukup dana. Sehingga awal ini bangunan saja yang diganti. Kita mau tahu dulu berapa nilainya. Katanya baru ada anggaran 2019 lahan April,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Metropilitan BBPJN V, Yudian Budi Krisna mengatakan, sebagian jalan dibelokan Jalan Harun Sohar ke arah Kolonel H Burlian itu lebarnya belum memenuhi persyaratan.  Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota Palembang untuk membereskan bangunan sebelah kiri ini .

“Targetnya kalau bisa dalam waktu dekat ini harus selesai, jadi progres pelebaran jalan bisa bergerak, karena waktu kita sudah mepet. FO simpang bandara ini harus secara keseluruhan akhir April ini,” katanya.

Pembangunan Flyover Simpang bandara secara fisik sudah mencapai 100 persen, namun meski demikian untuk finishing masih perlu adanya pembebasan lahan lagi untuk memperlebar jalan. Yudian mengatakan, jika pelebaran jalan di kiri dan kanan sudah selesai maka akan dilakukan uji kelayakan jembatan oleh Direktorat Jembatan.

“Setelah uji layak fungsi baru akan dibuka untuk umum. Paling tidak uji layak fungsi dilakukan selama seminggu di bulan Mei, kemudian baru dibuka untuk umum,” tukasnya. (Sen)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.