Banner sumsel

Pembayaran Dokumen Ekspor Sudah Memakai Elektronik

PALEMBANG,koranindonesia.id- 31 Perusahaan pengelolaan karet di Sumsel dan Bangka Belitung mengikuti sosialisasi pembayaran dokumen ekspor secara elektronik yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Sumatera Selatan..

“Kebijakan pemerintah pusat mempermudah pembayaran dokumen ekspor tersebut mulai diberlakukan  per 26 Maret 2018,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Yustianus, di Palembang, Selasa (20/3/2018)

Dia menjelaskan, dengan menggunakan pembayaran elektronik tersebut eksportir dipastikan akan lebih efektif dalam mengurus dokumen ekspor yang mereka butuhkan untuk menjual produk ke luar negeri. Setelah proses pembayaran selesai, pelaku usaha bisa langsung mengambil dokumen di dinas perdagangan untuk selanjutnya menjual komoditas ke pembeli luar negeri.

Selain pembayaran dilakukan secara elektronik atau dikenal dengan E-billing, Yustianus menambahkan, biaya dokumen ekspor juga mengalami kenaikan sejak November tahun lalu dari Rp5.000 menjadi Rp25.000 per set.Namun, dengan pelayanan optimal sejauh ini tidak menjadi masalah bagi eksportir dengan penyesuaian harga tersebut.

Sementara Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumsel H Awie mengatakan selama tahun 2017 pihaknya mengekspor sebanyak 1.278 ton karet SIR di 2017 artinya naik dibandingkan 2016. Dia berharap kenaikan nilai ekspor ini dapat memberikan harapan kepada para petani agar harga karet kembali  naik.

Terkait dengan pembayaran dokumen secara elektronik, dia menambahkan tentunya akan lebih memudahkan eksportir karena sejumlah prosedur dipangkas. (ardi)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.