Banner sumsel

Terkendala Berbagai Hambatan, Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Terhenti

PALEMBANG, koranindonesia.id – Proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, di kawasan Jakabaring, tepatnya di Jalan Pangeran Ratu, Palembang, hingga saat ini masih terhenti untuk sementara.

Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya Marwah M Diah mengatakan, kelanjutan pengerjaannya masjid itu sendiri, lantaran masih terkendala berbagai hambatan. Karena hingga saat ini masih tahap konsolidasi. Mulai dari biaya, anggaran, dan semuanya.

“Semua masih dalam perbaikan serta konsolidasi lagi, mulai dari perhitungan biaya apakah sesuai atau tidak,” katanya, usai rapat di Pemprov Sumsel, Selasa (16/10/2018).

Ia menjelaskan, untuk beberapa kendala tersebut masih terus coba ditanggulangi, agar proyek tersebut kembali bisa berjalan kedepannya. Sementara untuk sumber dana, masih berasal dari sumbangan masyarakat, pemerintah, dan bantuan negara sahabat.

“Untuk negara yang sudah menyatakan komitmen untuk membantu, proyek wilayah peradaban Islam ini adalah Iran. Hanya saja, jumlah yang digelontorkan belum bisa disebut jumlahnya, karena sumbangan mereka berupa barang. Bisa itu kubah atau menara dan lain-lain,” imbuhnya.

Meski demikian, desain Masjid Raya Sriwijaya ini tidak akan berubah, apalagi saat ini pondasi sudah dibangun. Artinya, progres pengerjaan ini sudah 20% yang akan menghabiskan dana berkisar Rp1,3 triliun, dimana saat ini dana yang sudah digunakan yaitu sebesar Rp130 miliar.

“Untuk saat ini dana yang sudah dipakai sebesar Rp130 miliar untuk pembangunan awal seperti pondasi, yang sudah tuntas 100%,” bebernya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemprov Sumsel, Akhmad Najib mengatakan,  rapat bersama Yayasan Masjid Sriwijaya tadi digelar, selain membahas masalah proyek anggaran. Rapat juga, lebih memfokuskan pada sisi pengamanan aset proyek.

Terlebih, dalam pembangunan, yang sedang terhenti ini, diharapkanya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan. Bisa itu seperti pembangunan bangunan-bangunan liar, ataupun keamanan terhadap aset yang ditinggalkan.

“Jadi dari pihak keamanan, seperti Pol PP, kita tunjuk untuk terus melakukan patroli di sekitaran proyek ini,” katanya.

Mengenai kendala lain, seperti pembiayaan, dan anggaran, saat ini masih menuggu keputusan lebih lanjut dari gubernur, atau pihak-pihak terkait.

“Yang jelas ini tetap fokus menjadi proyek strategis kita kedepan. Terlebih proyek ini, sudah sebagian terbangun dan mimpi kita bersama membangun Masjid Sriwijaya ini mesti terealisasi,” pungkasnya.

(akr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.