Banner Pemprov 17 Agustus

Pembangunan Jembatan Babel – OKI Positif Dimulai 2020 Telan Dana Rp15 T

 

KAYUAGUNG, koranindonesia.id — Rapat kepala daerah yang dihadiri seluruh kepala daerah khususnya Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dengan Kementrian PUPR RI di Jakarta belum lama ini, membawa kabar gembira, karena infrastruktur di wilayah Pantai Timur Kabupaten OKI tepatnya di Tanjung Tapa segera dibangun pada tahun 2020 dengan kucuran dana lebih dari Rp.15 T.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, hari ini, Sabtu (20/72019) merilis jembatan penghubung Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan dimulai tahun depan (2020) dengan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN) di atas Rp15 triliun, dan pelabuhan ini akan mengkoneksikan wilayah Kabupaten OKI ke seluruh dunia.

Gubernur Sumsel, Herman Deru memastikan jika secara prinsip, pembangunan jembatan Sumsel – Babel yang sudah dimasukkan dalam proyek strategis nasional (PSN) itu sudah disetujui oleh Kementerian PUPR. Akan tetapi, tetap harus dilakukan feasibility study (FS) yang harus sudah dimulai tahun depan.

“Jembatan Sumsel – Babel itu di Desa Tanjung Tapa dan tembus ke Provinsi Babel. Panjangnya 13 kilometer. Dananya (pembangunan) di atas Rp15 triliun. Itu kemarin secara prinsip Kementerian PUPR sudah setuju, cuma perlu dilakukan feasibility study (studi kelayakan) terlebih dahulu. Studi kelayakan itu berbiaya mahal dan Kementerian PU yang membiayai, bukan kita (APBD Sumsel).

Studi kelayakan ditarget pada 2020. Jadi dihitung dulu secara konkrit,” jelasnya usai rapat dengan Tim Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR di Griya Agung, Jumat (19/7).

Menurut Gubernur Sumsel, dirinya bersama Gubernur Babel sudah sepakat, bahkan sudah lama menandatangani memorandum of understanding (MoU). “Berdua sudah teken MoU, bahkan MoU nya sudah lama. Tadinya, Babel mengundang investor dari Cina. Kayaknya karena investor kan menghitungnya break event point (BEP/balik modal). Kapan baliknya. Yah tidak selesai kalau mau menghitung itu (BEP),” lanjutnya.

Dengan adanya jembatan penghubung tersebut, tentunya akan memberi banyak efek positif di semua sektor bagi masyarakat khususnya di OKI.

“Efeknya banyak ya. Kalau itu (jembatan) di OKI, salah satunya pelayanan penerbangan. Jadi tidak harus ke Palembang kan. Kalau warga di sana ingin ke Jakarta kan bisa naik pesawatnya di Babel. Terus lagi Provinsi Babel itu bahan pokoknya mahal. Kalau terhubung kan pedagang Sumsel bisa ke sana. Jadi warga Babel tidak harus beli komoditas di Jakarta,” jelasnya sembari memastikan jika jembatan penghubung tersebut bukanlah jembatan tol seperti Suramadu, tetapi betul-betul jembatan penghubung.

Terkait, adanya sinyal akan dibangunnya pelabuhan-laut dalam internasional  (international deep sea port) di wilayah Tanjung Tapa, tentu kedua infrastruktur baik jembatan maupun pelabuhan akan saling terkoneksi satu sama lain. Bagi Herman Deru, infrastruktur darat dan laut harus berjalan.

“Oh yang perusahaan swasta yang mau mendirikan itu. Iya tetap. Jadi harus daratnya jalan dan harus lautnya jalan. Kenapa itu (jembatan) kami buat dan Sumsel mendukung, karena itu juga ada dukungan dari Kodam (Kodam II/Sriwijaya). Karena itu mobilisasi personel (TNI) dan lain sebagainya untuk ketahanan negara dibutuhkan. Karena kalau naik kapal butuh waktu semalam,” ujarnya.

Deru bahkan berjanji akan mendorong dan mendukung jika pembangunan pelabuhan tersebut bisa segera dimulai dan terealisasi. “Kami akan dorong juga. Itukan (jembatan) cuma konektivitas Sumsel dan Bangka. Kalau itu kan (pelabuhan) ke seluruh dunia,” pungkasnya.

Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono mengungkapkan dukungannya secara utuh. Hanya saja ia meminta Pemerintah Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung melakukan fisibility study (SS) yang baik dan kuat terlebih dahulu. Itu karena menteri sudah menyetujui pembangunan dilakukan dengan dana APBN secara keseluruhan.

PLT. Dinas PUBM dan Tata Ruang Sumsel, Darma Budhi SH ST MT membenarkan jika Kementerian PUPR meminta FS terlebih dulu sebelum proyek jembatan dikerjakan.
Terlepas hal itu, Darma Budhy menegaskan jika Dinas PUBM dan Tata Ruang Sumsel siap jika memang proyek triliunan tersebut direalisasikan. Kami siap.

“Jadi kami sudah membentuk tim kolaborasi antara Sumsel dan Bangka. Tim itu diketuai Kepala Bappeda masing-masing provinsi, unsur TNI, PU dan lain-lain. Langkah awal tim gabungan untuk mempersiapkan FS itu,” tutupnya.

Kepala Dinas PU PR Kabupaten OKI, Ir H Hafidz MM jmengatakan proyek pembangunan jembatan Sumsel-Babel ada pergeseran dari Selapan ke Tanjung Tapa. ”Kalau lihat kajian awal Tanjung Tapa lebih potensial karena jarak tempuh lebih pendek, ” ungkap Hafidz, seraya menegaskan proyek tersebut sudah disetujui Menteri PUPR RI dan dimulai 2020. (dri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.