
Pemakaman Muslim Sydney Dirusak Usai Penembakan Bondi
koranindonesia.id – Sebuah pemakaman Muslim di Sydney mengalami aksi vandalisme serius. Pelaku meninggalkan potongan kepala babi di pintu masuk.
Insiden ini terjadi pada Senin pagi. Polisi menerima laporan sesaat sebelum pukul enam waktu setempat.
Petugas segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi menyingkirkan sisa hewan dan mengamankan area pemakaman.
“Baca Juga: Kebakaran di Kalideres Hanguskan 5 Kios dan 6 Lapak“
Kepolisian Sydney langsung membuka penyelidikan. Petugas mengumpulkan bukti di sekitar pintu masuk pemakaman.
Pihak kepolisian belum mengumumkan tersangka. Namun, mereka mendalami motif dan keterkaitan dengan kejadian lain.
Media lokal menyebut aksi ini sebagai tindakan provokatif. Pelaku diduga ingin memancing ketegangan antar komunitas.
Aksi vandalisme muncul setelah penembakan massal di Pantai Bondi. Serangan itu terjadi saat perayaan Hanukkah.
Dua pria bersenjata menembaki kerumunan warga. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang.
Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Polisi memperlakukan kejadian itu sebagai serangan teroris.
Anggota Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Sajid Akram dan Naveed Akram. Keduanya memiliki hubungan keluarga.
Petugas menemukan bahan peledak di kendaraan pelaku. Temuan tersebut memperkuat dugaan terorisme.
Media Australia ABC melaporkan hasil penyelidikan awal. Penyelidik menduga pelaku berafiliasi dengan ISIS.
Umat Islam menganggap babi sebagai hewan najis. Oleh karena itu, tindakan ini dinilai sangat menyinggung.
Banyak pihak menilai pelaku sengaja memprovokasi kemarahan. Aksi tersebut mencederai nilai toleransi.
Kejadian ini memicu kekhawatiran keamanan komunitas Muslim. Aparat meningkatkan pengawasan di lokasi ibadah.
Ahmad Hraichie mengecam keras insiden vandalisme tersebut. Ia menyebut tindakan itu penuh kebencian dan tidak masuk akal.
Hraichie merupakan pengurus lama pemakaman Muslim. Ia juga aktif dalam Asosiasi Muslim Lebanon.
Dewan Imam Nasional Australia menyampaikan kecaman serupa. Mereka menyerukan ketenangan dan persatuan.
Pemimpin Muslim Australia mengambil sikap tegas. Mereka menolak pemakaman pelaku di area Muslim.
Keputusan tersebut didasarkan pada ajaran Islam. Kekerasan dianggap bertentangan dengan nilai keimanan.
Langkah ini bertujuan menjaga kehormatan komunitas. Mereka juga ingin mencegah konflik lanjutan.
Seorang warga Muslim membantu menghentikan salah satu penyerang. Ia melucuti senjata pelaku di lokasi kejadian.
Media mengidentifikasinya sebagai Ahmed Al Ahmed. Ia berusia 43 tahun dan bekerja sebagai pemilik toko buah.
Ahmed mengalami luka ringan dan menjalani perawatan. Kondisinya tidak mengancam nyawa.
Warga meluncurkan penggalangan dana untuk Ahmed. Dana tersebut terkumpul hampir satu juta dolar Australia.
Donasi datang dari berbagai kalangan. Banyak orang memuji keberanian dan kepeduliannya.
Aksi solidaritas ini menunjukkan dukungan publik. Masyarakat menolak kekerasan dan kebencian.
“Baca Juga: Replika Patung Liberty Roboh Diterjang Badai di Brasil“