Banner sumsel

Pemain SFC Dilarang Gunakan Medsos?

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Manajemen Sriwijaya FC (SFC) geram dengan tindakan pemain yang gemar memposting hal yang dinilai menjelek-jelekan nama klub.

Hal itu tampaknya akan diantisipasi dengan menetapkan larangan menggunakan medsos bagi pemain.

“Kedepan, kita akan pikirkan bagaimana membuat aturan agar pemain bisa tidak lagi sembarangan memposting hal buruk bagi tim,” kata Plt Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang, Selasa (12/6/2018).

Menurut  Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini, secara pribadi ia tidak suka dengan kebiasaan para pemain memposting citra buruk untuk tim. Selaku Komisaris PT SOM yang memiliki saham perusahaan, Muddai mengaku itu merusak nama warga Sumsel secara umum.

“Saya akan tampung semua masukan dulu. Setelah itu aturan ini akan kita buat,” ujarnya lagi.

Secara professional, Muddai menilai boleh saja pemain SFC mengeluh ataupun bermain medsos. Tapi apabila merusak citra klub tentunya manajemen harus bertindak.

“Mereka itu gaji hanya tertunda, bukan tidak dibayar. Kita juga bayar mereka secara profesional dengan nilai besar. Artinya, mereka harus mengikuti semua kebijakan klub dan mengerti kondisi tim ketika lagi ada masalah keuangan sedikit. Kecuali mereka kita bayar UMR hanya Rp2.500.000, baru artinya kita tidak profesional kepada tim,”pungkasnya.

Disisi lain, pascamelakoni laga terakhirnya pekan ke 13, seluruh skuad SFC diliburkan. Tentunya karena memasuki lebaran Idul Fitri dan kompetisi juga tengah diistirahatkan. Setelah tim kembali berkumpul manajemen akan menerapkan beragam aturan baru serta melakukan evaluasi.(mul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.