Banner sumsel

Peletakan Batu Pertama Pembangunan IPAL, Nanan : Masyarakat Jangan Sulit Hibahkan Lahan

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Lubuklinggau periode 2018-2023  SN Prana Putra Sohe-Sulaiman Kohar berkesempatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan pembangunan MCK Kombinasi dari program Sanimas IDB dan SLBM DAK Kota Lubuklinggau 2018, Jumat (9/11/2018).

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengharapkan, agar program Sinimas, IPAL dan MCK Plus tempat bermain anak-anak ini dapat terus ditingkatkan dan yang tak kalah penting adalah, agar masyarakat Lubuklinggau dapat turut berperan serta dalam menjaganya.

“Karena program ini tidak hanya melakukan pembangunan IPAL semata, tapi juga dilengkapi  sarana bermain anak-anak. Mudah-mudahan itu semua bisa dijaga dengan baik oleh masyarakat,” ujar Nanan, sapaan beken SN Prana Putra Sohe.

Selain itu, Nanan juga meminta kepada masyarakat, agar jangan sulit untuk menghibahkan lahannya, untuk pembangunan fasilitas-fasilitas umum seperti ini. Karena program seperti ini dinilainya, baik sekali untuk lingkungan.

Ditambahkannya, untuk di wilayah Kelurahan Linggau Ilir, Kota Lubuklinggau, memang semestinya sudah sangat dibutuhkan pembangunan IPAL Komunal.  Karena daerah Kelurahan Linggau Ilir, merupakan salah satu daerah padat pemukiman penduduk yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Apalagi pembuangan langsung ke sungai itu tidak diperkenankan. Dan kita akan segera mencarikan solusinya,” pungkasnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Masyarakat Pemkot Lubuklinggau, Emra Endi Kusima mengatakan, pada 2018 ini Kota Lubuklinggau mendapat berbagai program kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan IPAL yang terdiri dari  Program MCK Plus dari Dana DAK 2018 sebanyak 6 lokasi dengan besaran dana mencapai Rp2,5 miliar, yang terletak di Kelurahan Megang, Kelurahan Wirakarya, Kelurahan Durian Rampak, Kelurahan Sumber Agung, Kelurahan Air Kati dan Mesat Jaya.

Program Sanitasi berbasis Masyarakat (Sanimas) ini menurutnya, merupakan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) sebanyak 13 Lokasi antara 6 lokasi untuk tahap pertama dan 7 lokasi di tahap selanjutnya, dengan anggaran dana sebesar Rp425.000.000 per lokasi.

“Pembangunan fisik 30% sebanyak 11 KSM dan 8 KSM berikutnya masih dalam tahap persiapan pencairan termin pertama. Dan akhir Desember 2018 ini diharapkan semua pembangunan fisiknya selesai dikerjakan oleh KSM bersangkutan,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, pelaksanaan proyek pembangunan IPAL ini menggunakan, sistem swakelola Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang dikerjakan oleh Kelompok Masyarakat murni melalui wadah KSM yang didampingi oleh Tim Fasilitator Kelurahan.

Masyarakat penerima manfaat dari program ini adalah 50 SR/ KK x 19 titik 950 KK jika 1 KK terdiri dari 5 orang maka jumalh jiwa penerima manfaat pada program ini adalah 4.750 jiwa. Dari sisi penyerapan tenaga kerja Program Sanimas ini telah menyerap lebih dari 360 orang tenaga kerja lokal dalam kurun waktu empat bulan.

“Tujuan utama dari program pembangunan IPAL tersebut untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat demi mencapai kualitas kehidupan masyarakat melalui penyediaan sarana sanitasi komunal berbasis masyarakat di Kota Lubuklinggau,” tandasnya.

(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.