Banner sumsel

Pelanggan Keluhkan, Kenaikan Tarif Jargas Hingga Tiga Kali Lipat

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kenaikkan bahan baku Jaringan Gas (Jargas) yang bersumber dari Medco, membuat PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) memilih menaikkan tarif per meter kubik penggunaan jargas kepada pelanggannya.

Bagi pelanggan golongan RT 1 menjadi Rp4.700, sementara RT2 naik menjadi Rp7.125 per kubik, dari sebelumnya Rp2.250 per kubik. Kenaikan yang mencapai tiga kali lipat ini dikeluhkan pelanggan lantaran tagihan rekening pembayaran gas per bulannya naik luar biasa.

Salah satunya Febri, warga Pakjo ini mengaku, biasanya ia membayar per bulan sekitar Rp62.330,  sekarang naik menjadi Rp164.000 atau setara delapan tabung gas elpiji 3 kg. “Padahal pemakaian gas kita sama saja seperti sebelumnya, dengan kenaikkan ini ya sangat memberatkan,” katanya, kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Menurutnya, bukan hanya dirinya saja yang mengalami hal ini, akan tetapi pelanggan lain juga protes saat melakukan pembayaran di kantor PT SP2J yang berada di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang tersebut. Ia mengaku, sempat menunda pembayaran karena terkejut atas kenaikan hingga tiga kali lipat tersebut.

“Memang ada pemberitahuan pada bulan lalu. Tapi kenaikannya kok tiga kali lipat ini, seperti tak sesuai dengan pemakaian. Pemakaiannya setiap bulan rata-rata 23 meter kubik,” paparnya.

Febri mengatakan, jika tarif per kubiknya tidak juga turun, pelanggan bisa saja beralih ke gas elpiji biasa. “Ya, kalau dihitung-hitung lebih hemat pakai gas elpiji biasa. Paling sebulan hanya 4 tabung gas, karena pemakaian kami juga sedikit hanya untuk masak saja,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional PT SP2J  Anthony Rais membenarkan, adanya beberapa pelanggan yang mengeluhkan kenaikan tarif ini. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait kenaikan harga gas tersebut sejak November lalu. “Kita sudah sosialisasi sebelum kenaikan ini. Kita beri surat edaran, pasang spanduk hingga pengumuman di koran,” kilahnya.

Kata Antoni, kenaikan gas alam ini terjadi karena harga beli gas juga naik. Sehingga mau tak mau, pihak PT SP2J juga ikut-ikutan menaikkan tarif. “Ya, kalau gak naik kita yang rugi. Kita akui kenaikan ini memang mencapai 150%. Biasa bayar Rp25.000 menjadi Rp60.000 rata-rata seperti itu,” terangnya.

Antoni menjelaskan, jika hingga tiga bulan tidak membayar maka sambungan gas alam akan dicabut. “Sesuai prosedur, kalau ada tunggakan ya kita berikan surat peringatan. Dan jika sampai tiga bulan tak bayar kita cabut,” pungkasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.